25 November 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Gerindra Aceh Selatan: Pernyataan Abrar Muda Provokatif

...

  • portalsatu.com
  • 12 January 2017 16:00 WIB

Ketua Gerindra Aceh Selatan, Hadi Surya. @Ist
Ketua Gerindra Aceh Selatan, Hadi Surya. @Ist

TAPAKTUAN - Pernyataan Abrar Muda yang mengancam akan merusak alat peraga kampanye sepanjang Aceh Selatan hingga Banda Aceh milik partai Aceh terkesan provokatif. Dia juga dinilai sengaja melupakan kasus pembakaran bendera milik PA yang berbuntut insiden pengrusakan posko Tim Irwandi-Nova di Jambo Dalem, Kecamatan Timur.

Demikian disampaikan Juru Bicara Tim Koalisi Partai Pengusung dan Pendukung Muzakir Manaf–TA Khalid Aceh Selatan, Hadi Surya, dalam siaran persnya yang dikirim kepada wartawan di Tapaktuan, Kamis 12 Januari 2017. Hadi menyikapi ultimatum Abrar Muda selaku Koordinator Tim Pemenangan Pantai Barat Selatan Cagub dan Cawagub Aceh Irwandi Yusuf–Nova Iriansyah.

“Pernyataan itu kami nilai mengarah provokatif. Yang bersangkutan seakan-akan pura-pura lupa bahwa malam sebelumnya (Selasa malam –red) telah terjadi pembakaran bendera Partai Aceh dan Gerindra serta spanduk Muzakir Manaf – TA Khalid di Desa Keude Trumon yang dilakukan di hadapan masyarakat sampai pada upaya penyerangan pribadi kader Partai Aceh,” kata Hadi Surya yang juga menjabat sebagai Ketua Partai Gerindra Aceh Selatan.

Hadi sangat menyesalkan pernyataan Abrar Muda tersebut. Seharusnya, Abrar selaku mantan panglima GAM wilayah Lhok Tapaktuan, lebih mengedepankan penyelesaian masalah dengan cara menenangkan seluruh anggotanya. 

“Kami menilai ancaman tersebut merupakan sebuah upaya intimidasi dan menakut-nakuti masyarakat pendukung pasangan Mualem-TA Khalid. Apalagi bentuk intimidasi itu bukan lagi hanya sekedar pernyataan, tapi sudah dalam bentuk tindakan nyata dan langsung di lapangan berupa merusak atau menurunkan bendera Partai Aceh dan Gerindra di wilayah Trumon Tengah dan Bakongan Timur pada Rabu, 11 Januari 2017 sore,” kata anggota DPRK Aceh Selatan ini.

Hadi meminta kepada Polres Aceh Selatan agar segera mengambil langkah hukum untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Permintaan ini disampaikannya guna mewujudkan pelaksanaan Pilkada damai di Aceh Selatan.

“Sebagai warga Negara Indonesia yang taat hukum, kami akan menempuh jalur hukum dalam penyelesaian kasus ini sehingga tidak terjadi tindakan main hakim sendiri. Karena itu persoalan ini juga sudah kami laporkan secara resmi kepada Panwaslih Aceh Selatan untuk segera diteruskan ke Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu),” katanya.

Di sisi lain, Hadi mengapresiasi kebijakan Ketua DPW Partai Aceh Kabupaten Aceh Selatan Tgk Aliman Mentroe dan Panglima KPA Wilayah Lhok Tapaktuan, Tgk Irhafa Manaf. Pasalnya mereka telah menginstruksikan seluruh kader Partai Aceh dan anggota KPA di daerah itu agar menahan diri.

“Secara khusus kami juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak TNI/Polri yang sejak Selasa, 10 Januari 2017 malam sampai sekarang ini terus bersiaga di lapangan sebagai upaya preventif untuk meminimalisir tambah meruncingnya permasaalahan, serta untuk menghindari kembali terjadinya bentrok antar massa pendukung yang dikhawatirkan akan jatuh korban jiwa,” ujar Hadi Surya.

Dia turut mengimbau seluruh tim pemenangan Muzakir Manaf-TA Khalid untuk tidak bertindak anarkis. "Hal ini merupakan sebagai bagian dari upaya mengawal kemenangan pasangan Mualem-TA Khalid serta untuk menciptakan pilkada damai dan aman di Aceh Selatan,” katanya.

Jubir Tim Irwandi-Nova Aceh Selatan, Samsul Bahri, malah menilai pernyataan Hadi Surya ini tidak mendasar dan menjurus fitnah. Dihubungi secara terpisah, pria yang akrab disapa Mamak Bahri ini mengatakan Abrar Muda merupakan sosok pemimpin yang sangat sabar. Hal itu terbukti dengan tidak adanya arahan untuk melawan atas serangkaian aksi pengrusakan atribut kampanye milik mereka sejak beberapa bulan lalu.

"Seluruh tim saat itu langsung diinstruksikan agar menahan diri tidak mudah terpancing,” kata Mamak Bahri.

Pihak Irwandi-Nova juga sepakat berdamai pasca pemukulan terhadap salah satu timnya, yang rencananya dilangsungkan di Mapolsek Ladang Rimba, Kecamatan Trumon Tengah pada Rabu, 11 Januari 2017.

Namun, Mamak Bahri mengatakan, saat prosesi perdamaian itu mau digelar tiba-tiba terjadi penyerangan di Jambo Dalem. Padahal saat itu mereka sedang meluncur ke Mapolsek Ladang Rimba di bawah pimpinan Abrar Muda.

“Sebenarnya kejadian itu sudah membuktikan bahwa bukan pihak kami yang tidak mau berdamai, sebab sebelumnya kami sudah membuka pintu perdamaian itu secara lebar-lebar. Kami juga sadar bahwa tidak ada gunanya terjadi keributan dalam Pilkada. Tapi ketika harga diri kami sudah diinjak-injak, maka dengan sangat terpaksa kami juga harus melakukan aksi pembalasan. Apalagi langkah kompromi dan negosiasi yang telah kami lakukan sebelumnya dengan Kapolres Aceh Selatan untuk mengamankan pelaku penyerangan posko Desa Jambo Dalem guna diproses hukum juga tidak ditindaklanjuti,” katanya.[]

Laporan: Hendrik Meukek

Editor: BOY NASHRUDDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.