19 June 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Geuchik Abu: Pansus Migas Harus Terus Dilanjutkan Sampai Berhasil

...

  • CUT ISLAMANDA
  • 23 May 2019 23:30 WIB

Geuchik Abu. Foto dok./istimewa
Geuchik Abu. Foto dok./istimewa

LHOKSUKON - Ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Aceh Utara, Abu Bakar alias Geuchik Abu, meminta Pansus Migas DPRK bekerja secara serius dalam menelusuri data hasil migas di kabupaten ini.

"Pertama, masa (kerja) pansus harus dijelaskan secara detail berapa lama limit waktu hari atau bulan, dan itu harus dijelaskan kepada publik," kata Geuchik Abu kepada portalsatu.com melalui WhatsApp, Kamis, 23 Mei 2019.

Geuchik Abu melanjutkan, "Kemudian data kongkret penghasilan migas harus benar-benar diketahui oleh tim pansus. Saya kira ini yang sulit. Logikanya operasional (Blok Migas/Blok NSB di Aceh Utara) tersebut dikendalikan internal PHE, apa mereka mau jujur? Jika itu punya data, baru kita bisa pastikan termasuk CSR-nya".

Menurut Geuchik Abu, Pansus Migas tersebut jika benar-benar serius dilakukan tentu cukup bagus, meski belum di-publish hasilnya. "Namun, di balik dari itu arah perjalanan pansus hanya sebagai gerakan politik, publik juga tidak tahu".

"Tapi kita berharap Pansus Migas harus terus dilanjutkan sampai ditemukannya titik keberhasilan supaya kepercayaan publik semakin melekat pada mereka sebagai wakil rakyat," tegas Geuchik Abu.

Diberitakan sebelumnya, Pansus Migas DPRK Aceh Utara sudah menghabiskan masa kerja sekitar lima bulan sejak di-SK-kan pada Januari 2019 lalu. Namun, Pansus Migas yang dalam APBK Aceh Utara 2019 dialokasikan dana mencapai Rp250 juta, sampai saat ini belum menyampaikan secara terang dan jelas kepada publik, apa saja hasil kerja mereka?   

Wakil Ketua II DPRK Aceh Utara, Zubir HT., mengatakan, sampai saat ini tim pansus masih bekerja. “Bisa dikatakan dalam tahap pemetaan permasalahan di lapangan dan hasil kunjungan pansus ke luar daerah, termasuk mensinergikandengan pihak pelaksana (PHE). Selama bulan Ramadhan kita sudah rapat empat kali termasuk tadi sore terakhir (Senin, 20 Mei 2019) bersama dengan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Aceh Utara,” kata Zubir menjawab portalsatu.comlewat WhatsApp, Rabu, 22 Mei 2019, malam.

Zubir menyampaikan itu saat ditanya soal masa kerja Pansus Migas sudah berjalan "lima bulan sehingga tinggal sebulan lagi”: apa saja capaian/hal-hal yang sudah dilakukan pansus sejak Januari sampai Mei ini. Menurut Zubir, masa kerja Pansus Migas sampai Juni 2019, dan dapat diperpanjang sesuai perkembangan.

Ditanya lebih lanjut, apakah Pansus Migas sudah memanggil PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai pengelola Blok NSB di Aceh Utara, kapan dan di mana pertemuan, serta apa saja yang ditanyakan kepada PHE, Zubir mengatakan, “Agenda hearing dengan PHE sudah dimatangkan. Tim sedang mengomunikasikan dengan pihak PHE. Rencana akhir minggu ini atau awal minggu depan”.

Dalam APBK Aceh Utara 2019 dialokasikan dana Pansus Migas Rp250 juta, sejauh ini berapa yang sudah digunakan dan untuk kegiatan apa saja? “Pansus sudah melaksanakan perjalanan dinas kelima kecamatan (di Aceh Utara), dan ke Kabupaten Bojonegoro dan Blora, Jawa Tengah. Untuk jumlah dana yang digunakan saya kurang tau,” ujar Zubir yang juga anggota Pansus Migas.

Menurut Zubir, yang dipelajari Pansus Migas Aceh Utara saat ke Bojonegoro dan Blora ialah mekanisme bagi hasil migas, participating interest(PI), dana CSR, perekrutan tenaga kerja, persoalan lingkungan dan keterlibatan local content serta pengelolaan sumur tua.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.