26 September 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Haji Uma: Azan Harus Dikumandangkan dengan Keras

...

  • CUT ISLAMANDA
  • 14 September 2018 18:00 WIB

Sudirman alias Haji Uma. @istimewa
Sudirman alias Haji Uma. @istimewa

JAKARTA - Surat Edaran Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI Nomor B. 3940/DJ. III /Hk. 00.7/08/2018 tentang tuntunan penggunaan pengeras suara di masjid, langgar/surau dan musala, menimbulkan reaksi dari berbagai pihak, baik pro maupun kontra.

Senator asal Aceh, H. Sudirman turut bersikap terhadap surat edaran tersebut. Wakil Sekretaris Kelompok DPD di MPR RI tersebut mengatakan, azan adalah panggilan shalat bagi umat Islam. "Jadi harus dikumandangkan dengan keras agar terdengar oleh umat Muslim," kata Sudirman alias Haji Uma, 14 September 2018.

Menurut Haji Uma, surat edaran tersebut tidak relevan jika diberlakukan secara sama rata bagi seluruh daerah. Misalnya, Aceh yang mayoritas populasinya adalah Muslim, surat edaran dari Kemenag tersebut tidak dapat diberlakukan. "Demikian juga dengan daerah lain di Indonesia, termasuk dengan populasi umat Islam sebagai minoritas. Karena toleransi dan hormat menghormati antarumat beragama sudah terbangun lama dan jangan digesek hingga menimbulkan polemik umat beragama". 

"Masyarakat khususnya di Aceh tak perlu risau dengan surat edaran tersebut, tetap seperti yang berlaku sejak dulu hingga kini. Sebaliknya suara azan dan pengajian di masjid atau meunasah perlu diperkeras agar terdengar oleh semua umat di segala penjuru," tegas Haji Uma.

Haji Uma melanjutkan, surat edaran dari Kemenag itu hanya menimbulkan keresahan dan kegaduhan umat. Apalagi belakangan mencuat kembali soal Islam nusantara yang hanya akan mengotak-otakkan umat Islam di nusantara.

"Dari dialog dengan beberapa ulama di Aceh, para ulama mengungkapkan keresahannya atas munculnya konsep Islam nusantara. Munculnya Islam nusantara hanya membingungkan umat," ungkap Haji Uma.

Menurut Haji Uma, sepengetahuan dirinya dari dulu belum pernah ada konsep yang mengotak-otakkan umat Islam, karena tidak semua umat Islam di nusantara bersepakat, bahkan menolak konsep Islam nusantara dengan berbagai dasar argumentasinya. "Umat Islam di daerah cenderung melihat konsep Islam nusantara hanya akan membentuk polarisasi dan melemahkan ikatan umat Islam di Indonesia," katanya.[](rel

Editor: portalsatu.com


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.