18 October 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Haji Uma Hubungi Kementerian Sekretariat Negara Soal TKI Aceh

...

  • CUT ISLAMANDA
  • 04 March 2018 20:10 WIB

Rahmad
Rahmad

JAKARTA – Wakil Ketua Panitia Urusan Rumah Tangga (PURT) DPD RI, H. Sudirman alias Haji Uma Sabtu, 3 Maret 2018 menghubungi Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg). Haji Uma menyampaikan perihal Rahmad, TKI asal Aceh yang dipaksa bekerja hingga 20 jam sehari dan dipukuli.

Selain itu, Haji Uma juga sudah berkomunikasi dengan Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan (BP3 TKI) Aceh, Jaka Prasetyono, untuk menyampaikan hal tersebut.

Rahmad bekerja sebagai anak buah kapal Zhong Shui (berbendera mirip Fiji), dilaporkan hilang kontak dengan pihak keluarga. Sebelum hilang kontak, kapal tersebut dalam kondisi rusak sedang digandeng ke wilayah Suva Fiji.

“Saya juga sudah komunikasi dengan Setneg terkait untuk menyampaikan persoalan tersebut. Lalu saya menghubungi BP3 TKI untuk menanyakan bagaimana upaya yang sudah dilakukan dalam penanganan terhadap TKI asal Aceh tersebut,” ujar Haji Uma melalui siaran pers kepada portalsatu.com, Minggu, 4 Maret 2018.

Haji Uma mendapat informasi saat ini KBRI sudah menerima laporan dari Cut Hastiani, saudara Rahmad. “KBRI juga sudah mendapat laporan via email Cut Hastiani, Rahmad bekerja pada kapal Zhong Hui 809. Selain itu Hastiani juga mengirim kontrak kerja, daftar gaji bulanan dan scan paspor Rahmat,” ujar Haji Uma.

Kata Haji Uma, KBRI sudah menghubungi pihak port authority di Suva tapi tidak diangkat. “KBRI juga sudah menghubungi beberapa agen kapal kenalan KBRI, tapi belum ada yang mengetahui atau tidak mengangkat telepon,” kata Haji Uma. Informasi lain yang diperoleh Hastiani sudah sempat berkomunikasi dengan salah satu ABK kapal tersebut.

Kendala lainnya adalah belum ada laporan posisi persis Rahmad di Fiji bagian mana. Kendala lain saat ini di Fiji, khususnya di Kota Suva sedang ada perayaan Hari Raya Holy Festival of Colour. “Hasil komunikasi saya BP3 TKI, mereka intens menghubungi pihak luar negeri untuk melacak keberadaan kapal yang kehilangan kontak,” kata Haji Uma.[]

Editor: IHAN NURDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.