08 December 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia

Turun ke Geureudong Pase
Haji Uma Minta PT RPPI Hentikan Penebangan Hutan

...

  • PORTALSATU
  • 27 July 2019 22:50 WIB

LHOKSUKON - Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman akrab disapa Haji Uma, meminta PT Rencong Pulp and Paper Industry (RPPI) menghentikan sementara aktivitasnya di Aceh Utara. Jika perusahaan tersebut tidak mengindahkan, maka Haji Uma akan menyurati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

"Agar tidak terjadi desas desus dari usaha pemanfaatan hasil hutan, kita meminta untuk dihentikan sementara hingga mencapai kesepakatan dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dan masyarakat wilayah dampak usaha Hutan Taman Industri (HTI). Karena selama ini pihak perusahan belum pernah duduk dengan masyarakat setempat," kata Haji Uma didampingi staf ahlinya, Muhammad Daud, saat turun ke lokasi usaha PT RPPI di Gampong Pulo Meuria, Kecamatan Geureudong Pase, Aceh Utara, Sabtu, 27 Juli 2019, siang.

Berdasarkan siaran pers Haji Uma diterima portalsatu.com, Sabtu malam, PT RPPI melakukan (memiliki) Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu dalam Hutan Tanaman Industri (IUPHHK-HTI) dengan area kerja seluas 10.384 hektare (Ha), yang Rencana Kerja Tahunan (RKT) tahun 2019 mencapai 168 Ha.

Permintaan Haji Uma tersebut disepakati PT RPPI yang diwakili Manager Oprasional PT RPPI sektor Aceh Utara-Lhokseumawe, Fondes Manurung, dan beberapa tokoh pemuda Kecamatan Geureudong Pase, serta Ketua KPA Sagoe Mujahidin, Sulaiman alias Ule Bara.

Haji Uma mengatakan, kedatangannya ke lokasi tersebut dalam rangka pengawasan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan, dan Undang-Undang RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

“Sebelumnyan kita telah menerima laporan masyarakat bahwa kehadiran perusahaan tersebut dapat berdampak kepada ekosistem hutan. Selain itu di lokasi juga kita menemukan hutan sekitar 6 hektare layaknya kebun yang sudah siap tanam dan kita melihat semua hutan di lokasi itu sudah habis ditebang.,” tegas Haji Uma.

Haji Uma menanyakan kepada pihak perusahaan, jenis pohon dan diameter berapa boleh dilakukan penebangan. Sebab Haji Uma melihat sejumlah pohon baik kecil dan besar sudah ditebang sehingga hutan gundul.

“Akibat penebangan ini akan berdampak terhadap 13 kecamatan dalam Kabupaten Aceh Utara, di antaranya banjir dan juga kekeringan, karena selama ini mulai terbukti dari berkurangnya debit air di daerah aliran sungai (DAS)," ujar Haji Uma.

Mananggapi hal tersebut, Manager Operasional PT RPPI, Fondes Manurung, menjelaskan semua yang dilakukan oleh perusahaannya sudah sesuai aturan dan izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 

“Dalam rencana kerja tahunan (RKT) tahun 2019 kita memiliki 168 hektare yang bisa digarap sebagai hutan produksi areal kemiringan 40 persen, sesuai HTI kita bisa menebang mulai dari diameter 10 cm ke atas yang terbagi ke dalam beberapa kelas kayu campuran dan meranti,” kata Fondes Manurung, dikutip dari siaran pers Haji Uma.

Disebutkan, setelah melakukan penebangan akan ditanam pohon sangon dan akasia sebagai bahan baku pabriknya yang ada di Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara, dan juga untuk mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe.

“Dari 168 hektare sesuai RKT PT RPPI tahun 2019, kami targetkan pengerjaan sekitar 60-70 hektare di sejumlah lokasi di bawah kemiringan 40 persen baper sungai. Dan dalam waktu dekat akan melakukan pertemuan dengan pemerintah daerah dan masyarakat,” sebutnya.

Sementara Ketua KPA Sagoe Mujahidin, Sulaiman (Ulee Bara), menyebutkan, jika penebangan yang terus dilakukan sesuai dengan target perusahaan tersebut, akan berdampak parah terhadap masyarakat dan lingkungan.

“Dari 6 hektare hutan yang sudah digunduli mulai terasa dampak terhadap lingkungan, apalagi target mereka di tahun 2019 ini akan mengerjakan atau menebang 60-70 hektare , maka dapat kita bayangkan bagaimana efek yang timbul ke depan," ungkap Sulaiman.

Seperti diketahui Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu dalam Hutan Tanaman Industri (IUPHHK-HTI) PT RPPI mencangkup wilayah Kecamatan Geureudong Pase, Nisam Antara dan Meurah Mulia Kabupaten Aceh Utara, berada pada geografis 960 50’ 97,02’’ BT 40 52’ 4,92’’ LU. Dalam area izin ini juga memiliki beberapa Daerah Aliran Sungai (DAS) dan sub-DAS, yaitu Krueng Bareuraju, Krueng Inong, Krueng Suak, serta Krueng Pase.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.