09 August 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Hakim Agung Kabulkan PK Terpidana Korupsi Proyek Transmigrasi Pidie

...

  • PORTALSATU
  • 28 July 2020 21:37 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi

BANDA ACEH -- Direktur PT. Syakura, Muzamir Ahmad, S.E, salah seorang dari empat terpidana kasus korupsi Pembangunan Pemukiman dan Infrastruktur Kawasan Transmigrasi Geumpang, Kabupaten Pidie tahun 2012 mendapat keringanan hukuman dari Mahkamah Agung (MA) tingkat Peninjauan Kembali (PK). Dari sebelumnya divonis penjara 6 tahun turun menjadi 4 tahun.

Penurunan hukuman tersebut setelah Muzamir Ahmad, S.E melalui kuasa hukumnya Dr. Ansharullah Ida didampingi Dr. Thaib Zakaria dan Syamsul Rizal, S.H, mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke MA terhadap putusan kasasi No: 1693 K/PID.SUS/2016 tanggal 5 April 2017. 

Sebelumnya, MA melalui putusan kasasi majelis hakim dipimpin Dr. Salman Luthan, didampingi H. Syamsul Rakan Chaniago dan MS Lumme menjatuhkan pidana terhadap Muzamir Ahmad selama 6 tahun penjara serta pidana denda Rp200 juta subsider (pengganti denda) 6 bulan penjara. 

Namun, berdasarkan salinan akta pemberitahuan PK yang diperoleh portalsatu.com, Senin 28 Juli 2020, menyebutkan, hakim PK-MA mengabulkan permohonan peninjauan kembali pemohon terpidana Muzamir Ahmad, S.E, dan membatalkan Putusan Kasasi MA No. No: 1693 K/PID.SUS/2016 tanggal 5 April 2017. Menjatuhkan pidana penjara kepada Muzamir Ahmad, S.E selama 4 tahun dan pidana denda Rp200 juta subsider selama 6 bulan kurungan badan. 

Dr.  Ansharullah Ida, salah seorang kuasa hukum terpidana Muzamir Ahmad mengatakan, pihaknya telah menerima akta pemberitahuan isi putusan Hakim PK terhadap kliennya (Muzamir Ahmad) dari Pengadilan Tipikor Banda Aceh. “Kami bersyukur atas putusan PK tersebut, karena permohonan kami dikabulkan sehingga hukuman klien kami berkurang 2 tahun. Dari sebelumnya 6 tahun menjadi 4 tahun,” kata Dosen Pascasarjana tersebut.

Begitupun, menurut Ansharullah Ida yang dalam kasus ini hanya menjadi kuasa hukum khusus tingkat PK, bahwa sesuai analisa hukum pihaknya atas fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan, putusan kasasi MA sebelumnya terdapat Onvaldunde Gemortiverd (ketidak sempurnaan pertimbangan hukum), yang kekeliruan itu bermuara pada kekeliruan penjatuhan pidana kepada Muzamir Ahmad. 

“Secara hukum menurut analisa kami, mestinya klien kami Muzamir harus bebas bukan sebatas dikurangi masa hukumannya. Namun, di sini perlu saya tegaskan bahwa dalam kasus ini kami hanya mendampingi Muzamir Ahmad khusus tingkat PK saja,” demikian pungkas Ansharullah. 

Adapun kasuskorupsi yang melilit terpidana Muzamir Ahmad tersebut terjadi pada proyek pembangunan rumah dan sarana infrastruktur di lokasi transmigrasi di pegunungan Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie.

Proyek tahun anggaran 2012 tersebut dananya bersumber dari APBN senilai Rp 5, 211 miliar. Dana tersebut digunakan untuk membangun 100 unit lebih rumah, sejumlah ruas jalan, pembersihan lahan dan infrastruktur lainnya di lokasi transmigrasi. Dalam proyek tersebut terpidana Muzamir Ahmad (Direktur PT. Syakura) turut menjadi salah seorang rekanannya. 

Namun demikian, pada akhir pekerjaan diduga telah terjadi kecurangan, dan hasil penyelidikan pihak berwajib berpotensi merugikan keuangan negara (korupsi). Berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Provinsi Aceh, dalam proyek itu telah terjadi kerugian keuangan negara senilai Rp 503, 4 juta dari nilai kontak Rp 5,211 miliar. 

Dalam kasus ini Kejaksaan Negeri (Kajari) Sigli menetapkan empat tersangka hingga dibawa ke Pengadilan Tipikor Banda Aceh dan berkekuatan hukum tetap di tingkat kasasi (MA). Mereka adalah Nurizal ST selaku Wakil Direktur I CV Penamas Architect Design, Jamaluddin sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Dinas Sosial, Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Pidie, Suryadi, ST selaku Site Menager PT Syakura dan Munzamir Ahmad SE selaku Direktur PT Syakura. [](min)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.