26 September 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Harga Cabai Merah Semakin Pedas di Aceh Utara

...

  • CUT ISLAMANDA
  • 14 September 2018 08:59 WIB

Cabai dijual di pasar tradisional Kota Pantonlabu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara. @istimewa
Cabai dijual di pasar tradisional Kota Pantonlabu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara. @istimewa

LHOKSUKON – Harga cabai merah di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Aceh Utara mengalami kenaikan lebih dari 50 persen dengan kisaran Rp 10 ribu – Rp 14 ribu per kilogramnya. Sementara itu, harga cabai hijau dan cabai rawit turun.

Sulaiman, 34 tahun, salah satu pedagang bumbu dapur di pasar Kota Pantonlabu, kepada portalsatu.com, Kamis, 13 September 2018 menyebutkan, naiknya harga cabai merah itu sudah terjadi sejak sepekan terakhir. Hal itu diakibatkan langkanya barang.

“Beberapa hari lalu kita masih menjual Rp 22 ribu perkilogram karena masih ada stok lama, tapi hari ini kita juga Rp 30 ribu. Soalnya, pasokan cabai merah yang masuk harganya kita ambil di atas Rp 26 ribu perkilogram. Pasokan cabai ke kita itu didatangkan dari Bener Meriah dan Takengon, Aceh Tengah,” ujar Sulaiman.

Sementara itu, Syarifuddin, 47 tahun, pedagang rempah di pasar terpadu Kota Lhoksukon secara terpisah mengatakan, saat ini dirinya menjual cabai merah dengan harga Rp 32 ribu perkilogram, sedangkan sebelumnya hanya Rp 18 ribu perkilogramnya.

“Iya, sudah tiga hari harga cabai merah naik, tidak tahu apa sebabnya. Kita beli sudah mahal, jadi jualnya juga terpaksa begitu. Untuk cabai hijau turun dari Rp 26 ribu menjadi Rp 20 ribu per kilogramnya. Begitu pun rawit dari Rp 40 ribu menjadi Rp 35 ribu per kilogramnya. Harga tomat juga naik sedikit, dari Rp 5.500 menjadi Rp 6 ribu per kilogram,” terang Syarifuddin.

Meski dikeluhkan pembeli, kata Fuddin, sejauh ini naiknya harga belum begitu berpengaruh pada minat pembeli. “Karena baru tiga hari, minat pembeli masih stabil. Namun jika berkepanjangan, biasanya permintaan akan menurun. Jika sebelumnya beli setengah kilogram, palingan hanya beli seperempat, bahkan ada yang satu ons saja. Apabila sudah begini, kita pedagang pun tidak berani stok banyak, khawatir layu dan busuk,” ungkap Syarifuddin. []

Editor: Arman


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.