21 August 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Hari Santri Momentum Peringati Peran Ulama dalam Perjuangan RI

...

  • PORTALSATU
  • 11 August 2017 12:20 WIB

Said Aqil Siradj. @Antara
Said Aqil Siradj. @Antara

JAKARTA - Ketua Pengurus Besar Nadatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengatakan, peringatan Hari Santri Nasional (Hasan) sebagai momentum memperingati perjuangan para santri dan kiai dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan mengeluarkan Resolusi Jihad melawan penjajah dengan hukum fardu ain. Yakni, tanpa pandang bulu ketika NKRI diserang penjajah.

"Dari situlah kemudian santri-santri Surabaya, Madura, Jombang, mengadang pasukan NiCA walaupun korban puluhan ribu. Kita mengalahkan mereka dan mempertahankan Hari Proklamasi. Jadi Hari Santri mengingatkan kita semua betapa dulu para ulama para santri berjasa besar merebut kemerdekaan ini," kata Said Aqil pada Konferensi Pers Grand Launching Hari Santri 2017 dengan tema "Santri Mandiri NKRI Hebat," di Gedung PBNU, Kamis(10/8).

Said Aqil mengatakan, mengenang perjuangan para santri, maka sebagai generasi penerus bangsa. Saat ini tinggal membangun dan menjaga keutuhan NKRI. Pasalnya, tidak ada lagi peluang sedikitpun untuk mendiskusikan dasar negara, Undang-Undang Dasar, Pancasila. Semuanya sudah selesai tidak boleh diperdebatkan lagi. Tapi, bagimana mengelaborasi, memperdalam, dan memahami idelogi Pancasila dan memperkuatnya.

Said Aqil mengatakan, para kyai NU telah memutuskan sejak 1936 di Banjarmasin, jika Indonesia adalah negara yang damai dan mengakui lintas suku. Keputusan tersebut diperkuat pada 1984, ketika Gus Dur menjadi Ketum PBNU, bahwa NKRI dan Pancasila sudah final sudah tidak ada ruang diperdebatkan.

Untuk itu, Hari Santri merupakan penyegaran ingatan semua pihak agar tidak melupakan sejarah, perjuangan para santri. Pasalnya, terdapat ratusan ribu santri yang menjadi korban pada perang saat itu. Para santri berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia karena telah ditanamkan cinta NKRI, sehingga tidak ada kiai dan santri yang tidak nasionalis.

Sementara itu, Ketua Panitia Hari Santri 2017 dari Pengurus Pusat Rabhita Ma'ahid Islamiyah (PP RMI) PBNU, Gus Aik mengatakan, peringatan Hari Santri semarak dengan beredarnya macam macam akronim. Ada yg menggunakan HSN (Hari Santri Nasional), Harsan (Hari Santri), dan ada pula yang pakai singkatan Haris. Mana yang resmi dipakai?

Ia menjelaskan, tiadanya ketentuan wajib menggunakan akronim Hari Santri. Namun, untuk memasifkan kampanye Hari Santri akronim Hasan lebih bagus dipilih.

"Dalam bahasa Arab, Hasan itu artinya baik. Jika Hari Santri disingkat Hasan, artinya di sana tersimpan misi kebaikan untuk bangsa,"terangnya

Nama Hasan sering juga oleh para santri. "Nama mereka santri, akhlaknya juga santri, bahkan ada nama pahlawan bernama Hasanuddin dari Makassar," ujarnya.

Untuk itu, ia mengatakan, Hasan adalah akronim paling pas untuk kepanjangan Hari Santri.

Peringatan Hasan akan berlangsung di Bandung, Jawa Barat mulai dari 14 Agustus hingga 30 Oktober dengan berbagai kegiatan. Salah satunya adalah Jembore Expo Santri pada 23-30 Oktober 2017.[]Sumber:beritasatu.com

Editor: THAYEB LOH ANGEN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.