11 August 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Hasil Pansus tak Dibaca, GeRAK Nilai Ada Banyak Persoalan di RSUD Cut Nyak Dhien

...

  • portalsatu.com
  • 09 July 2020 17:37 WIB

RSUD Cut Nyak Dhien @google
RSUD Cut Nyak Dhien @google

Tidak dibacanya hasil Pansus DPRK Aceh Barat terkait RSUD Cut Nyak Dhien mengindikasikan ada yang tidak beres di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.

MEULABOH – Gerakan Anti-Korupsi (GeRAK) Aceh Barat menyoroti perihal tidak dibacanya hasil Pansus DPRK terkait Rumah Sakit Umum daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRK) setempat.

Koordinator GeRAK Aceh Barat, Edy Syahputra, menyayangkan Tim Pansus RSUD Cut Nyak Dhien tidak membacakan hasilnya, sehingga salah seorang Wakil Ketua DPRK Aceh Barat menyatakan kekecewaannya.

Menurut Edy Syahputra, berdasarkan dokumentasi dan catatan GeRAK Aceh Barat, tujuan Pansus DPRK untuk mendalami berbagai persoalan di rumah sakit plat merah tersebut. Dalam catatan GerAK, kata Edy Syahputra, ada banyak persoalan yang muncul di RSUD Cut Nyak Dhien, mulai persoalan rekrutmen tenaga kontrak lepas yang tidak profesional, dugaan adanya pemakaian anggaran yang sia-sia, sampai persoalan mogok kerja tenaga medis dan habisnya persediaan obat.

“Yang paling buram dan menyedihkan adalah kasus salah suntik terhadap dua orang anak yang dilakukan oleh paramedis, salah satunya yaitu terhadap Alfa Reza (11), bocah asal Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat yang kemudian hingga meninggal dunia,” ungkapnya.

DPRK Aceh Barat kemudian bersepakat membenuk Pansus RSUD CND Meulaboh. Hasilnya, paska dibentuk Pansus kemudian melakukan beberapa sidak ke RSUD CND Meulaboh, mereka menemukan adanya alat medis atau alat kesehatan (Alkes) berharga miliaran rupiah seperti cath lab, Extracorporeal Shock Wave Lithotrips (ESWL) yang tak difungsikan. Tapi hasil Pansus tersebut kemudian malah tidak dibacakan dalam paripurna DPRK.

“Kami berharap polemik ini segera diakhiri. Apa gunanya Pansus yang telah dibentuk dan kemudian sudah bekerja dan menemukan sejumlah persoalan tetapi kemudian justru tidak disampaikan secara terbuka kepada publik,” tambahnya.[Azhar Sigege]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.