10 July 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Hasil Rapid Test Semua Pengungsi Rohingya Terdampar di Aceh Utara Nonreaktif

...

  • PORTALSATU
  • 26 June 2020 17:45 WIB

Rakor Forkopimda Aceh Utara bersama pejabat dari stakeholder terkait, di Pendopo Bupati, Jumat, 26 Juni 2020. Rakor itu turut dihadiri perwakilan badan pengungsi PBB UNHCR dan NGO internasional IOM. Foto: Humas Setda Aceh Utara
Rakor Forkopimda Aceh Utara bersama pejabat dari stakeholder terkait, di Pendopo Bupati, Jumat, 26 Juni 2020. Rakor itu turut dihadiri perwakilan badan pengungsi PBB UNHCR dan NGO internasional IOM. Foto: Humas Setda Aceh Utara

LHOKSEUMAWE - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara, Amir Syarifuddin, SKM., mengatakan pihaknya langsung melakukan pemeriksaan kesehatan setelah pengungsi Rohingya tiba di daratan Aceh Utara, Kamis, 25 Juni 2020, malam.

 “Sudah kita lakukan rapid test sebanyak 99 orang, baru selesai pukul 23.00 tadi malam. Semuanya hasilnya not reactif atau negatif Covid-19,” ungkap Amir dalam rapat koordinasi jajaran Forkopimda Aceh Utara bersama pejabat dari stakeholder terkait, di Pendopo Bupati, Jumat, 26 Juni 2020. Rapat itu turut dihadiri perwakilan badan pengungsi PBB UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugees) dan NGO internasional IOM.

"Penanganan awal terhadap pengungsi etnis Rohingya yang terdampar di wilayah Kabupaten Aceh Utara telah dilakukan oleh pemerintah daerah. Selain membantu logistik, juga telah dilakukan pemeriksaan kesehatan serta dilakukan rapid test terhadap kemungkinan terpapar virus Covid-19," bunyi pernyataan Pemkab Aceh Utara.

Amir menyebutkan, selain rapid test juga dilakukan pemeriksaan kesehatan secara umum. Hal ini dilakukan karena beberapa orang di antara mereka dalam kondisi lemah setelah dievakuasi ke pesisir Aceh Utara. Begitupun, tidak membutuhkan perawatan rumah sakit. Hanya dilakukan perawatan di lokasi penampungan sementara.

Menurut Amir, pemeriksaan rapid test mesti dilakukan karena saat ini sedang dalam penerapan protokol kesehatan untuk antisipasi pandemi Covid-19. Dalam penanganan pengungsi di tempat penampungan pihaknya juga tetap mengedepankan protokol kesehatan, tidak boleh sembarangan orang keluar masuk menemui pengungsi.

Bupati Aceh Utara, H. Muhammad Thaib, mengatakan pemerintah daerah siap menampung pengungsi etnis Rohingya yang terdampar di Aceh Utara pada Kamis, 25 Juni 2020. Semua dilakukan atas pertimbangan kemanusiaan, dan sesuai petunjuk Perpres Nomor 125 Tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri.

“Kita sangat mengapresiasi atas penganganan cepat oleh pihak UNHCR, IOM dan juga kerja sama pihak TNI dan Polri, juga pihak Imigrasi, saat evakuasi dan pendataan pengungsi Rohingya,” ujar Muhammad Thaib.

Muhammad Thaib  menambahkan, pemerintah daerah dalam penanganan pengungsi dari luar negeri akan memfasilitasi sesuai amanat Perpres 125/2016. Untuk itu, Bupati meminta pihak UNHCR dan Kantor Imigrasi terus berkoordinasi agar penanganan terhadap pengungsi Rohingya dapat terlaksana dengan baik.

Sementara pejabat Protection Associate of UNHCR, Oktina, mengatakan pihaknya siap membantu pemerintah daerah dalam penanganan pengungsi etnis Rohingya tersebut. Pihaknya juga mengapresiasi Bupati dan pejabat Forkopimda Aceh Utara yang telah bekerja sama mengevakuasi pengungsi dari laut.

"Kami sangat mengapresiasi karena sudah dievakuasi. Yang penting mereka terselamatkan dulu, diberi bantuan air minum, makanan, karena mereka telah lama bertahan di laut," ungkap Oktina.

Dalam waktu dekat, kata Oktina, pihak UNHCR akan mendatangkan staf dari Kantor Jakarta untuk melakukan verifikasi dan pendataan ulang terhadap semua pengungsi tersebut.

Menurut Oktina, penanganan jangka panjang terhadap pengungsi luar negeri hanya ada tiga opsi, yaitu dipulangkan ke negara asal jika mereka mau, dilakukan integrasi lokal di negara penampung, atau dipindahkan ke negara tujuan. Semua itu harus dipelajari secara detail dengan cara melakukan pendataan dan verifikasi terhadap pengungsi itu.

Komandan Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Sumirating Baskoro, pada kesempatan itu meminta semua pihak bekerja sama dan meningkatkan koordinasi dalam menangani pengungsi etnis Rohingya. Hal perlu segera dipikirkan adalah mencari tempat penampungan yang layak.

Pengungsi itu sudah dievakuasi dari kawasan pantai Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, ke tempat penampungan sementara, di bekas Kantor Imigrasi, Jalan Banda Aceh – Medan kawasan Punteut, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe.

Menurut Kepala Kantor Imigrasi Lhokseumawe, Fauzi, kondisi bekas kantor tersebut sudah tidak layak dijadikan tempat penampungan. Bukan hanya bangunannya, tapi juga kondisi prasarananya sudah rusak dan sanitasinya tidak ada.

Untuk itu, Komandan Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Sumirating Baskoro, mengajak para pihak, terutama UNHCR, segera mencari solusi agar lokasi penampungan yang layak bagi etnis Rohingya ini dapat segera terwujud.

Rapat koordinasi penanganan pengungsi etnis Rohingya itu juga dihadiri Komandan Kodim 0103/Aceh Utara Letkol Agung Sukoco, Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto, Komandan Lanal Lhokseumawe Letkol Laut (P) Muhammad Dimmi Oumry, Sekda Aceh Utara Abdul Aziz, dan Asisten II Risawan Bentara.

Kapal nelayan mengangkut 94 warga negara asing (WNA) etnis Rohingya kini sudah mendarat di Pantai Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara. 

Diberitakan sebelumnya, pengungsi Rohingya itu berhasil ditarik oleh masyarakat menggunakan dua kapal milik nelayan setempat dari laut ke Pantai Lancok, Syamtalira Bayu, Aceh Utara, Kamis sore. "Mereka sudah di daratan. Mereka ditarik dengan dua boat nelayan setempat," kata Panglima Laot Aceh Utara, M. Hasan, dikonfirmasi portalsatu.com, Kamis, sore.[](rilis)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.