10 July 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Hasil Sidak Ombudsman: Tidak Ada Alat Rapid Test di Puskesmas Ini

...

  • PORTALSATU
  • 30 June 2020 00:40 WIB

Foto: istimewa
Foto: istimewa

BANDA ACEH - Ombudsman RI Perwakilan Aceh melakukan sidak ke beberapa Puskesmas di Kota Banda Aceh setelah mendapat informasi tentang tidak adanya alat rapid test untuk Covid-19.

Sidak tersebut dipimpin Kepala Ombudsman Aceh, Dr. Taqwaddin Husin, didampingi para Asistennya, Rudi Ismawan dan Ilyas Isti. Sidak ini berlangsung pada Senin, 29 Juni 2020, setelah Ombudsman mendapat informasi dari salah satu warga Banda Aceh yang hendak melakukan rapid test.

"Hasil sidak yang kami lakukan, beberapa Puskesmas di Banda Aceh tidak tersedia stok yang ready untuk digunakan ketika ada orang yang mau rapid test secara proaktif," ujar Taqwaddin dengan nada kecewa.

Berdasarkan pantauan Tim Ombudsman, dari dua Puskesmas dituju, tidak satupun yang tersedia alat rapid test yang siap digunakan masyarakat.

Plt. Kepala Puskesmas Kuta, dr. Faisal Alam, kepada Tim Ombudsman menuturkan bahwa mereka tidak mempunyai alat rapid test yang siap digunakan jika ada masyarakat yang datang. Namun, mereka akan koordinasi dengan Dinas Kesehatan jika ada yang membutuhkan.

"Iya, pak, kita tidak ada alat rapid test yang ready di Puskesmas. Kalau ada kebutuhan baru kita lapor ke dinas," kata Faisal.

Hal senada disampaikan Malahayati, SKM., MPH., Kepala Puskesmas Ulee Kareng, saat Tim Ombudsman sidak ke lokasi tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Banda Aceh, dr. Medya, saat dimintai tanggapannya oleh Kepala Ombudsman Aceh, menjelaskan mereka tidak melakukan pengadaan terhadap alat rapid test. Hal ini karena Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh menerima alat tersebut dari Dinas Kesehatan Provinsi Aceh. “Dan, lagi pula sensitivitas rapid test rendah sekali, hanya 30% akurasinya. Makanya, kami cukupkan saja rapid test yang berasal dari provinsi. Tetapi untuk swab kami melakukan kerja sama dengan Unsyiah,” tuturnya.

Terkait hal ini, Kepala Ombudsman RI Aceh, Taqwaddin, menyampaikan "Kami berharap agar alat rapid test ini tersedia  di setiap Puskesmas, supaya masyarakat yang datang secara proaktif bisa langsung diperiksa indikasi awal reaktif atau tidak terkait Covid-19. Selain itu, kami juga meminta agar Pemko Banda Aceh menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) sebagai kelengkapan petugas di lapangan".

"Anggaran untuk covid begitu banyak, dipangkas semua dari dinas terkait. Tapi masyarakatnya belum melihat apa yang sudah dibelanjakan dari anggaran tersebut. Padahal kondisi Aceh saat ini semakin parah dampak dari Covid-19 ini," pungkasnya.[](rilis)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.