20 June 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Hoaks 7 Kontainer Surat Suara, TPJ: Temuan KPU Momentum Berantas Hoaks Pemilu 2019

...

  • Fazil
  • 04 January 2019 17:00 WIB

Koordinator Nasional TPJ, H. Nazaruddin Ibrahim. Foto: istimewa
Koordinator Nasional TPJ, H. Nazaruddin Ibrahim. Foto: istimewa

JAKARTA - Koordinator Nasional Tim Pembela Jokowi (TPJ), H. Nazaruddin Ibrahim, S.H., MIPS., menilai, beredarnyanya informasi hoaks atau berita bohong yang menyebutkan ada tujuh kontainer surat suara Pilpres tercoblos, patut diduga sebagai upaya sekolompok tergorganisir untuk mendeligitimasi pemilu dan pemerintah.

“Ini sangat berbahaya. Oleh karena itu, polisi harus bertindak cepat untuk mengungkap penyebaran informasi sesat dan menyesatkan tersebut," kata Nazaruddin Ibrahim dalam keterangannya diterima portalsatu.com, Jumat, 4 Januari 2019.

Nazaruddin menyatakan, pihaknya mendukung penuh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) yang dengan cepat memproses hukum temuan ini. Kata dia, TPJ mengapresiasi tinggi terhadap KPU yang telah memastikan kabar adanya tujuh kontainer berisi surat suara Pilpres yang sudah dicoblos sebagai berita bohong atau hoaks.

Bahkan, lanjut Nazaruddin, saat ini di media sosial telah terjadi gerakan yang terstruktur, sistematis dan masif dari kelompok yang diduga berpihak kepada salah satu kandidat, untuk menyebarkan informasi sesat dan menyesatkan. Menurut dia, tentu hal ini sangat meresahkan karena informasi tersebut sudah dikemas seolah-olah benar, padahal  hoaks.

Nazaruddin menambahkan, video tentang KTP ganda yang beredar saat ini seakan-akan itu dibuat seperti benar. Padahal, itu hanyalah informasi hoaks yang diproduksi berulang-ulang, terutama saat menjelang pemilu. "Dan masih banyak lagi informasi bohong yang menyesatkan, dan polisi secepatnya harus bertindak".

"Kita juga mengimbau, Mabes Polri agar segera membentuk Satuan Tugas Khusus untuk (menangani) hoaks pemilu dan memberikan insentif untuk masyarakat yang bersedia melaporkan berita hoaks. Misalkan dengan memberikan hadiah, memberikan proteksi bagi pelapor dan sebagainya. Sudah saatnya pimpinan Polri mengambil inisiatif untuk melakukan upaya-upaya sangat serius untuk pemberantasan hoaks pemilu, karena ini sangat membahayakan bangsa dan negara kita,” ujar Nazaruddin.[](rel)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.