20 September 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


IDI Aceh: Insentif Tenaga Medis Belum Keluar

...

  • Fakhrurrazi
  • 15 September 2020 14:40 WIB

Ketua IDI Aceh Safrizal Rahman. Foto: dok. Portalsatu
Ketua IDI Aceh Safrizal Rahman. Foto: dok. Portalsatu

BANDA ACEH - Tenaga medis yang terkonfirmasi positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mencapai 200 orang. Sayangnya, sampai hari ini mereka belum menerima insentif yang telah dijanjikan pemerintah pusat.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Aceh, Safrizal Rahman, mengatakan insentif tenaga medis umum sampai saat ini belum keluar.

"Kalau dokter, perawat yang menangani Covid-19 insentifnya belum keluar dari pusat. Pusat menjanjikan itu (insentif) kepada seluruh tenaga medis yang mengurusi Covid-19 di seluruh Indonesia," kata Safrizal Rahman saat dihubungi portalsatucom. Selasa, 15 September 2020.

Safrizal menyebutkan tenaga medis yang telah menerima insentif dari pemerintah pusat hanya mahasiswa yang tengah mengambil Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).

"Kalau mahasiswa PPDS (calon dokter spesialis) umumnya sudah menerima," ujar Safrizal.

Sementara itu, lanjut Safrizal, terkait tenaga medis yang telah meninggal dunia dalam penanganan virus corona, pihaknya tengah mengurus santunan yang akan diberikan kepada ahli waris almarhum.

"Santunan itu tentu ada pengurusannya, di Aceh ini sedang kita lakukan pengurusannya. Harus kita urus dulu, karena kan siapa ahli warisnya harus clear," ungkapnya.

IDI Aceh meminta pemerintah daerah agar berkoordinasi dengan pemerintah pusat tentang kejelasan insentif untuk tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam melawan Covid-19.

"Barangkali ada upaya dari pemerintah daerah untuk menginisiasi dulu bagaimana supaya tenaga medis yang menangani covid ini jangan terlalu lama menanti, karena kan sudah dijanjikan lumayan lama," harapnya.

Terkait Alat Pelindung Diri (APD), Safrizal menjelaskan, tergantung permintaan dari kebutuhan rumah sakit. Safrizal mengatakan APD sudah tidak sesulit ketika awal-awal Covid-19 dulu mencarinya. Tergantung bagaimana cara melakukan perhitungan untuk stok yang diperlukan kedepan. 

"Saya pikir Aceh harus banyak mempersiapkan APD ini karena melihat kasus kita semakin hari semakin meningkat," katanya.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.