25 May 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


IDJ Apresiasi Mualem terkait Mubes Partai Aceh

...

  • PORTALSATU
  • 13 February 2018 10:00 WIB

Mubes Partai Aceh di Kyriad Muria Hotel Banda Aceh, Senin, 12 Februari 2018 @PORTALSATU.COM/TAUFAN MUSTAFA
Mubes Partai Aceh di Kyriad Muria Hotel Banda Aceh, Senin, 12 Februari 2018 @PORTALSATU.COM/TAUFAN MUSTAFA

BANDA ACEH -- Deputi Politik Hukum Institute Democracy and Justice (IDJ) Erlanda Juliansyah Putra, mengapresiasi langkah Ketua Umum Partai Aceh (PA) Muzakir Manaf, yang menegaskan memberikan ruang demokrasi bagi para kadernya untuk maju sebagai calon ketua umum PA di periode mendatang.

Baca: Ketua KPA: Siapa Saja yang Terpilih, Kami Siap Mendukung

"Langkah ini harus didukung dan benar benar harus terealisasi di tubuh PA, sebab PA sebagai partai lokal terbesar di Aceh harus dapat menjadi motor penggerak suara kepentingan politik lokal Aceh. Sangat disayangkan bila partai ini kehilangan tempat di hati masyarakat Aceh hanya karena persoalan kepemimpinan yang tidak mampu berakar hingga ke bawah," kata Erlanda melalui siaran pers, Selasa, 13 Februari 2018.

PA kata Erlanda, harus benar-benar sadar bahwa kurangnya kursi pada pemilu 2014 yang lalu adalah peringatan untuk partai ini berbenah dan memperbaiki pola komunikasinya ke konstituen. Jangan sampai pemilu 2019 nanti suara PA semakin merosot. Hal ini kata dia harus benar-benar dipikirkan secara matang oleh para kader PA.

Baca: Elemen KPA Medan Deli Dukung Mualem Jadi Ketua Umum Partai Aceh

“PA haruslah bertransformasi menjadi partai sipil dan terbuka, tidak harus terus pejuang yang bisa mengisi tempat di PA. Banyak kader PA yang hari ini potensial mengisi ruang ini, mereka juga cerdas dalam menyikapi persoalan, terutama terkait dengan kepentingan Aceh mereka selalu di depan. Kenapa tidak pola regenerasi itu berjalan baik di tubuh PA, toh nantinya konstituen(public) yang akan menilainya."

Bagi Erlanda, persoalan demokrasi di partai politik ini tidak hanya berlaku di PA, di partai lokal lain juga harus diterapkan seperti itu. Sebab eksistensi partai lokal itu hanya ada di Aceh, dan Aceh memang membutuhkan komposisi partai lokal untuk memperjuangkan identitas lokal, sehingga dapat mengakomodir segala kepentingan masyarakat di setiap lapisan.[]

Editor: IHAN NURDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.