13 November 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Iklan 'Rasis' Donald Trump Ditarik dari Sejumlah Stasiun Televisi

...

  • PORTALSATU
  • 06 November 2018 10:00 WIB

Sejumlah stasiun televisi Amerika Serikat menarik iklan tim kampanye Presiden Donald Trump yang dianggap bernada rasis. Foto: Reuters/Carlo Allegri
Sejumlah stasiun televisi Amerika Serikat menarik iklan tim kampanye Presiden Donald Trump yang dianggap bernada rasis. Foto: Reuters/Carlo Allegri

Sejumlah stasiun televisi Amerika Serikat menarik iklan tim kampanye Presiden Donald Trump yang dianggap bernada rasis.

Dalam iklan berdurasi 30 detik yang dirilis pada pekan lalu ini, terlihat potongan gambar seorang imigran ilegal Meksiko dinyatakan bersalah atas tuduhan pembunuhan dua polisi pada 2014 lalu.

Adegan itu kemudian digabungkan dengan sejumlah cuplikan yang merekam momen lautan imigran di Meksiko menuju AS.

Reuters melaporkan bahwa hingga Senin (5/11), setidaknya ada tiga stasiun televisi dan satu jejaring sosial yang menarik atau menolak menyiarkan iklan tersebut.

CNN menolak menayangkan iklan tersebut karena "rasis." Sementara itu, perusahaan induk NBC, Comcast Corp, menyatakan tak lagi menyiarkan iklan itu karena "tidak sensitif."

FOX News, stasiun televisi yang selama ini sangat bersahabat dengan Trump, juga memutuskan untuk menarik iklan itu.

Dari ranah jejaring sosial, Facebook Inc juga menyatakan tak lagi mengizinkan promosi berbayar dari iklan tersebut meski mengizinkan pengguna membagikannya di lamannya sendiri.

Dalam rangkaian kampanye terakhirnya menjelang pemilu sela, Trump pun mempertanyakan langkah media tersebut.

"Kalian memberi tahu saya sesuatu yang tak saya mengerti. Kami punya banyak iklan, dan itu semua terbukti efektif berdasarkan angka yang kami lihat," ucap Trump di hadapan pendukung Partai Republik di Ohio.

Ketika ditanyai mengenai kekhawatiran nada rasis dalam iklan tersebut, Trump hanya menjawab, "Banyak hal yang menghina. Pertanyaan kalian juga menghina."

Trump menggelar kampanye besar-besaran ini hanya berselang satu hari menjelang pemilu sela parlemen AS yang akan digelar pada Selasa (6/11).

Pemilu sela kali ini mendapatkan sorotan besar karena ada kekhawatiran Partai Republik bakal kalah dari Partai Demokrat sehingga tak dapat menempati kursi mayoritas di parlemen.

Jika Demokrat menguasai parlemen, Trump diperkirakan bakal sulit menjalankan agenda politik dan kebijakannya di sisa masa jabatannya.

"Pemilu sela ini biasanya membosankan. Namun, sekarang pemilu ini jadi hal penting," ujar Trump di hadapan para pendukungnya di Cleveland.

Masih berupaya menggalang suara rakyat, Trump mengatakan bahwa kini masyarakat harus memilih antara kepemimpinannya yang membawa peningkatan ekonomi atau Partai Demokrat dengan kebijakan "ekstrem kiri"-nya.

Guna memperkuat citranya di mata pendukung sayap kanannya, Trump mengerahkan 4.800 tentara tambahan di sepanjang perbatasan Meksiko untuk membendung imigran ilegal.

Meski demikian, para analis menganggap langkah apa pun yang diambil Trump tak akan berguna karena rakyat sudah menyimpan amarah akibat sejumlah keputusan kontroversial sang presiden.[]Sumber: cnnindonesia.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.