13 November 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Imam Nahrawi, Dari Bekukan PSSI Sampai Jadi Tersangka

...

  • PORTALSATU
  • 18 September 2019 19:00 WIB

Imam Nahrawi resmi dijadikan tersangka oleh KPK. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Imam Nahrawi resmi dijadikan tersangka oleh KPK. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)

Menpora Imam Nahrawi resmi ditetapkan menjadi tersangka kasus suap pemberian dana hibah KONI oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (18/9). Berikut sepak terjang Imam selama menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).

Imam ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi Menpora pada 26 Oktober 2014. Saat itu, usianya masih 41 dan menjadi salah satu menteri termuda di Kabinet Kerja periode 2014-2019.

Keberadaan Imam sebagai Menpora menggantikan Roy Suryo pada Kabinet Indonesia Bersatu II era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2009-2014. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal DPP PKB.

Banyak prestasi olahraga yang dicapai Indonesia semasa Imam bertugas sebagai Menpora. Salah satu pencapaian terbesar adalah ketika Indonesia dipercaya untuk menjadi tuan rumah Asian Games untuk kali kedua sepanjang sejarah pada 2018.

Tak hanya sukses sebagai tuan rumah yang baik. Dari sisi prestasi Indonesia bahkan mampu finis di urutan keempat klasemen perolehan medali dengan raihan 31 emas, 24 perak dan 43 perunggu di bawah China, Jepang dan Korea Selatan yang merupakan negara Asia terkuat dibidang olahraga.

Di tahun yang sama Indonesia juga sukses menyelenggarakan Asian Para Games yang merupakan ajang multievent kelas Asia bagi difabel. Indonesia meraih posisi kelima di klasemen perolehan medali.

Di dua event tersebut, Imam mewakili pemerintah memberikan bonus sebesar Rp1,5 miliar bagi para peraih medali emas. Itu menjadi momentum sejarah untuk kali pertama penyetaraan jumlah bonus untuk atlet biasa dengan atlet difabel disamakan besarannya.

Di bawah kepemimpinan Imam, Indonesia juga kembali melanjutkan tradisi raihan medali emas Olimpiade pada 2016 yang sempat hilang di 2012. Kala itu, Indonesia meraih satu medali lewat cabang olahraga bulutangkis dari nomor ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Lagi-lagi bonus yang didapat Tontowi/Liliyana sangat besar, mencapai Rp5 miliar. Sekaligus menjadi yang terbesar sepanjang sejarah.

Selain itu Imam mengeluarkan Peraturan Menteri (Permen) terkait bonus kepada atlet yang meraih prestasi level dunia untuk single event. Seperti yang diterima ganda putra Indonesia dari cabang bulutangkis Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang menjadi juara dunia 2019.

Imam juga sempat membuat geger dunia sepak bola Indonesia pada 2015. Pada 17 April 2015 Imam menandatangani Surat Keputusan (SK) bernomor 0137 tahun 2015 tentang pembekuan PSSI.

Dalam surat itu Kemenpora memberikan sanksi administratif berupa tidak mengakui seluruh kegiatan PSSI. Selain tidak mengakui PSSI, Menpora juga menyatakan setiap keputusan dan/atau tindakan yang dihasilkan PSSI termasuk Keputusan hasil Kongres Biasa dan Kongres Luar Biasa tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat, tidak sah dan batal demi hukum bagi organisasi, pemerintah di tingkat pusat dan daerah maupun pihak-pihak lain yang terkait.

Pembekuan PSSI berlangsung selama setahun, tepatnya sampai 10 Mei 2016. Akibat pembekuan itu, PSSI tak bisa menggelar kompetisi resmi.

Imbas lainnya FIFA menjatuhkan sanksi suspensi terhadap Indonesia yang membuat Timnas Indonesia tak bisa berlaga di pentas internasional.

Hampir lima tahun menjabat Imam menjadi salah satu menteri yang aman dari empat jilid reshuffle yang dilakukan Presiden Jokowi. Sampai akhirnya Imam tersangkut masalah hukum setelah dijadikan tersangka kasus suap pemberian dana hibah KONI.[] Sumbercnnindonesia.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.