21 May 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ini Alasan Kemenkumham Aceh Pindahkan 58 Napi Ke LP Tanjung Gusta

...

  • MHD SAIFULLAH
  • 27 January 2018 18:30 WIB

BANDA ACEH - Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham wilayah Aceh, Edi Hardoyo mengungkapkan, karena alasan keamanan dan ketertiban LP, pihaknya memindahkan 58 narapidana (napi) dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Banda Aceh, ke LP Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara.

"Karena dianggap rawan terhadap keamanan, maka mereka kita pindahkan secara diam-diam," ungkapnya saat dikonfirmasi, Sabtu, 27 Januari 2018.

Edi menjelaskan, puluhan napi tersebut yang ikut serta dan mendukung Gunawan--diduga dalang kerusuhan--dalam melakukan aksi perusakan serta pembakaran di LP pada Kamis, 4 Januari 2018 lalu, sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka napi kasus narkoba dengan masa hukuman berbeda-beda.

"Selama ini, dari awal pihak Kapalas Kelas II A Banda Aceh mulai membenahi para penghuni lapas (LP) yang disinyalir banyak sekali melakukan pelanggaran. Bahkan, petugas LP tidak mampu menertibkan dan mencegahnya,” jelasnya. “Selama ini para napi sering keluar masuk, kejadian ini sudah berlangsung lama," kata dia.

Dia menambahkan, kerusuhan di LP beberapa waktu lalu disebabkan adanya oknum napi yang merasa tidak senang atas pemindahan mereka. Hal itu sejak diperketatnya aturan di LP tersebut.

"Itu terjadi akibat petugas memperketat aturan, kepentingan napi terhambat, jadi mereka merasa tidak nyaman dengan aturan yang dibuat," katanya.

Setelah kerusuhan hari itu, situasi di LP saat ini terbilang mulai kondusif, sedangkan beberapa ruangan yang sempat dirusak serta dibakar, sudah kembali diperbaiki. Meskipun demikian, Edi mengungkapkan, pihaknya tidak melakukan redistribusi napi.

"Biasanya, rutan maupun lapas yang kelebihan kapasitas seperti di Lhokseumawe dipindahkan ke LP yang belum over kapasitas. Dengan kejadian rusuh kemarin, kami tidak lakukan pemindahan napi ke LP Lambaro sampai menunggu betul-betul kondusif," ujarnya.

Pada saat kerusuhan, selain 58 napi yang dipindahkan tersebut, ada 16 napi lainnya, termasuk tiga napi diduga sebagai dalang utama, yakni Gunawan, Bahtiar dan Muhammad. Akan tetapi, ke-16 napi itu saat ini masih ditahan di Polresta Banda Aceh.

"Ada 16 napi masih ditahan di Polresta Banda Aceh, mereka masih diperiksa polisi," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 58 Napi Kelas II Banda Aceh, dipindahkan ke LP Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara, Kamis, 25 Januari 2018, sekira pukul 23.00 WIB hingga Jumat, 26 Januari, sekira pukul 00.30 WIB, kemarin.[]

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.