01 October 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ini Catatan Kritis MaTA Terhadap Data Positif Covid-19 dan Ketidakpastian Hasil Swab

...

  • PORTALSATU
  • 10 August 2020 19:50 WIB

Alfian. Foto dok./istimewa
Alfian. Foto dok./istimewa

BANDA ACEH - Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) menyampaikan sejumlah catatan kritis terhadap data kasus positif Covid-19 dan ketidakpastian hasil swab di Aceh.

"Pertama, MaTA mempertanyakan menyangkut tata kelola terhadap data positif Covid-19 yang telah keluar hasil swab. Karena setelah kita telusuri, data (jumlah) yang dihasilkan oleh lab Unsyiah berbeda dengan data di-update setiap hari oleh Pemerintah Aceh," ungkap Koordinator MaTA, Alfian, dalam keterangannya diterima portalsatu.com, Senin, 10 Agustus 2020.

Alfian menyebut kondisi ini menjadi pertanyaan mendasar publik dan semua pihak dibuat bingung dengan ekspose data beda-beda. "Motifnya apa? Apakah untuk melahirkan tren (kasus) positif Covid-19 tiap hari di Aceh, atau bagaimana? Publik tambah bingung ketika hal yang sama terjadi berulang," ujarnya. 

Menurut Alfian, saat kepercayaan publik rendah kepada pemerintah menyangkut tata kelola dalam penanganan Covid-19, seharusnya hal tersebut tidak perlu "dibudayakan". 

"Publik sangat butuh keterbukaan dan informasi akurat menyangkut perkembangan hari ke hari sehingga menjadi kewaspadaan dalam menghadapi pandemi saat ini," tegas Alfian.

Kedua, kata Alfian, dalam pelayanan, setiap pihak yang sudah di-swab sangat membutuhkan informasi tentang hasilnya. "Beberapa temuan kami, ketidakpastian berapa lama waktu hasil yang akan keluar akan berdampak buruk terhadap trust. Ada hasil swab tidak sampai satu jam sudah keluar dan ada juga sampai 10 hari malah belum keluar. Masalahnya di mana, Pemerintah Aceh perlu memberi kepastian sehingga publik tidak memberi penilaian yang salah hanya gara-gara pelayanan yang beda-beda," tuturnya.

Ketiga, MaTA mengingatkan Pemerintah Aceh lebih serius dalam tata kelola data dan informasi agar publik percaya. "Dan ini bukan rekayasa untuk kepentingan ekonomi semata," tegas Alfian. 

MaTA menduga kuat ada resistensi Pemerintah Aceh terhadap data yang dikeluarkan lab Unsyiah, sehingga data dilaporkan berbeda dengan diumumkan Pemerintah Aceh.[](rilis)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.