30 May 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ini Dia Rekomendasi DPRK Pidie Terkait Penanganan Covid-19

...

  • ZAMAH SARI
  • 03 April 2020 17:50 WIB

Ketua DPRK Pidie Mahfuddin Ismail memeriksa 15 poin rekomendasi terkait penanganan corona [Foto: Zamah]
Ketua DPRK Pidie Mahfuddin Ismail memeriksa 15 poin rekomendasi terkait penanganan corona [Foto: Zamah]

Salah satu dari 15 poin rekomendasi meminta Pemerintah Kabupaten Pidie agar terus memantau ketersediaan kebutuhan bahan pokok masyarakat.

SIGLI - Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie mengeluarkan 15 butir rekomendasi terkait penanganan Covid-19 di daerah tersebut. Rekomendasi itu dibuat setelah Panitia Khusus (Pansus) melakukan monitoring kondisi masyarakat.

Ketua DPRK Pidie, Mahfuddin Ismail menjelaskan, rekomendasi tersebut adalah menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) yang terdiri dari baju pelindung (hazmat), masker, kaca mata pengaman, sarung tangan, topi pelindung (topi proteksi) dan sepatu karet sesuai standar WHO bagi seluruh tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan lainnya yang ada di RSUD, Puskesmas serta petugas pencegahan lainnya.

“Kami juga merekomendasikan agar Pemerintah Kabupaten Pidie memberikan insentif bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan, mengingat mereka secara fisik dan psikis terbebani dengan wabah Covid-19,” jelas Mahfuddin Ismail, Jumat, 3 April 2020.

Selain itu juga diminta melakukan penyemprotan disinfektan, khususnya di tempat-tempat fasilitas umum yang ada di seluruh Kabupaten Pidie. Kemudian meminta kepada Bupati Pidie untuk secepatnya memproses atau merevisi Peraturan Bupati tentang penggunaan dana gampong untuk penanganan wabah Covid-19.

DPRK Pidie juga meminta kepada Pemerintah Kabupaten Pidie untuk memantau dan mendata gelombang arus mudik dari luar daerah dan luar negeri, mengingat banyak masyarakat Pidie yang bekerja di luar daerah maupun luar negeri di wilayah yang terpapar Virus Covid-19.

Malah DPRK Pidie menyarakan  adanya pengaturan sanksi bagi masyarakat yang baru pulang dari luar daerah maupun luar negeri yang pandemi Covid-19, apabila tidak melaporkan atau tidak melakukan karantina mandiri di rumahnya sesuai ketentuan protokol kesehatan tentang pencegahan Covid-19.

“Kita juga minta agar disediakan tempat isolasi khusus bagi orang dengan status suspect corona yaitu orang-orang yang diduga kuat infeksi, serta mengoptimalkan pembentukan Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dengan melibatkan elemen masyarakat sipil lainnya dan segera melakukan tindakan dengan tepat, cepat dan terarah serta dapat dipertanggung jawabkan,” lanjut Mahfuddin.

Sementara itu soal keberlangsungan pendidikan, DPRK Pidie meminta Kepada Dinas Pendidikan, Dinas Pendidikan Dayah dan Kantor Kementerian Agama Pidie agar terus memantau dan melakukan evaluasi terhadap pembelajaran di rumah bagi peserta didik di semua jenjang pedidikan, baik pendidikan umum maupun dayah atau pesantren.

DPRK Pidie juga mendesak Bupati Pidie agar memerintahkan setiap instansi baik instansi vertical maupun horizontal, BUMN, BUMD dan instansi lainnya untuk menyediakan hand sanitizer atau sabun di depan kantor dan mewajibkan pengunjung atau masyarakat yang membutuhkan layanan publik melakukan tindakan cuci tangan terlebih dahulu.

“Pemerintah Kabupaten Pidie agar terus memantau ketersediaan kebutuhan bahan pokok masyarakat terkait perkembangan penyebaran Covid-19 maupun menjelang bulan suci Ramadhan,” pungkas Mahfuddin. [rilis]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.