21 November 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia

Demo di DPRK Lhokseumawe
Ini Dua Tuntutan Mahasiswa Kepada DPRK di Wilayah Pase

...

  • Fazil
  • 03 October 2019 16:30 WIB

Ketua Sementara DPRK Aceh Utara, Arafat, didampingi Ketua Sementara DPRK Lhokseumawe, Ismail, membacakan petisi mahasiswa. Foto Fazil/portalsatu
Ketua Sementara DPRK Aceh Utara, Arafat, didampingi Ketua Sementara DPRK Lhokseumawe, Ismail, membacakan petisi mahasiswa. Foto Fazil/portalsatu

LHOKSEUMAWE - Aliansi Mahasiswa Pase (AMP) menggelar unjuk rasa untuk mengawal petisi mahasiswa berisi sejumlah tuntutan kepada pemerintah yang disampaikan dalam aksi beberapa waktu lalu. Salah satunya, meminta pemerintah mengeluarkan Perppu tentang pembatalan revisi UU KPK dan menolak upaya pelemahan pemberantasan korupsi. Aksi kali ini juga dilakukan di depan Gedung DPRK Lhokseumawe, Kamis, 3 Oktober 2019, siang

Aksi mahasiswa itu terkait unjuk rasa yang dilakukan pada 24 September 2019 lalu, di Gedung DPRK Lhokseumawe dan DPRK Aceh Utara. Dalam aksi tersebut, mereka turut menyoroti beberapa persoalan di wilayah Pase (Aceh Utara dan Lhokseumawe).

Koordinator aksi, Arisky RM, kepada wartawan usai aksi itu, Kamis, mengatakan, unjuk rasa ini dilakukan untuk mengawal petisi mahasiswa yang diajukan kepada pemerintah melalui pihak DPRK pada 24 September 2019. "Karena ada dua petisi yang memang belum terealisasikan untuk daerah, salah satunya meminta kepada DPRK Aceh Utara untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) tuntaskan kelangkaan pupuk bersubsidi di Aceh Utara".

"Kita juga meminta DPRK secara bersama-sama segera menuntaskan permasalahan irigasi di Krueng Pase yang menjadi urat nadi pertanian rakyat, agar keresahaan akibat tidak cukup suplai air baik di Aceh Utara maupun sebagian wilayah Lhokseumawe segera berakhir," ujar Arisky.

Sekretaris Kabinet Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Jeri Prananda, yang ikut aksi demo itu, menyebutkan, 30 mahasiswa UIN ikut melakukan aksi ini dengan mahasiswa di Lhokseumawe.

"Karena apa yang dituntut para mahasiswa di Aceh Utara dan Lhokseumawe ini bukan sekadar gagasan saja, bukan hanya hal-hal yang meremehkan. Ini merupakan afiliasi ataupun bentuk penegasan dari mahasiswa Aceh, agar pihak DPRK Lhokseumawe maupun DPRK Aceh Utara untuk merealisasikan tuntutan mahasiswa di wilayah Pase," ungkap Jeri Prananda.

Kedua poin isi petisi untuk wilayah Pase tersebut turut diteken Ketua Sementara DPRK Aceh Utara, Arafat, dan Ketua Sementara DPRK Lhokseumawe, Ismail. Sebelumnya, kedua pimpinan sementara DPRK itu membacakan petisi mahasiswa. Saat petisi dibacakan, tampak tangan Ismail dirangkul oleh Arafat yang berdiri di atas mobil kepolisian dalam kerumunan massa aksi.

Ketua Sementara DPRK Aceh Utara, Arafat, mengatakan, pihaknya berupaya dalam satu bulan ke depan akan membentuk Pansus sebagaimana diharapkan para mahasiswa.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.