28 October 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ini Imbauan Kajari Lhokseumawe kepada Pemerintah Gampong Soal Pengelolaan Dana Desa

...

  • PORTALSATU
  • 17 October 2020 14:00 WIB

Kajari Lhokseumawe, Dr. Mukhlis, S.H., M.H. Foto: Istimewa
Kajari Lhokseumawe, Dr. Mukhlis, S.H., M.H. Foto: Istimewa

LHOKSEUMAWE - Kepala Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, Dr. Mukhlis, S.H., M.H., mengimbau pemerintah gampong agar mengelola dana desa dengan baik dan benar sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan berlaku.

“Sesuai dengan fungsi kejaksaan, hukum pidana itu adalah ultimum atau jalan terakhir dari penegakan hukum. Kita menginginkan kesadaran hukum maksimal dari masyarakat, termasuk kepada para keuchik dan aparat pemerintah kota ini, agar mengelola keuangan negara itu dengan benar dan baik,” ujar Mukhlis kepada wartawan saat jaksa penyidik pada Kejaksaan Negeri Lhokseumawe melakukan penahanan terhadap dua tersangka perkara dugaan korupsi Dana Desa Ujong Pacu, Kecamatan Muara Satu, Kamis, 15 Oktober 2020, sore.

Mukhlis menegaskan bahwa dalam pengelolaan dana desa itu sudah sangat jelas pedomannya. “Ada anggaran pendapatan dan belanja gampong yang sudah disetujui oleh mereka (pemerintah gampong). Item-nya sudah jelas, itu saja yang digunakan sudah selesai. Jangan ada pikiran-pikiran lain bahwa ini (dana desa) bisa diselewengkan. Itu yang paling penting,” tegasnya.

Menurut Mukhlis, untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam pengelolaan dana desa, juga ada hal-hal yang positif bisa diambil dari kejaksaan. “Ada pendampingan namanya. Kami sudah mencoba koordinasi dengan Sekda Lhokseumawe. Ke depanya kami akan coba mendampingi dari sisi perdatanya tentang pengelolaan dana gampong itu”.

“Mudah-mudah dengan kondisi Covid-19 ini agak berkurang nantinya, mungkin awalnya kita akan mengumpulkan semua Pak Keuchik dan pengelola keuangannya untuk memberikan arahan awal agar melaksanakan pengelolaan dana gampong itu sesuai dengan aturan,” tutur Mukhlis.

Diberitakan sebelumnya, jaksa penyidik pada Kejari Lhokseumawe melakukan penahanan terhadap Keuchik dan Bendahara Gampong Ujong Pacu berinisial MH (45) dan ES (31) sebagai tersangka perkara dugaan korupsi Dana Desa tahun 2019. Kedua tersangka ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Lhokseumawe, usai menjalani pemeriksaan di Kejari, Kamis, 15 Oktober 2020, sore.

"Perkara dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan pengelolaan Dana Desa Ujong Pacu Tahun Anggaran 2019 ini nilai kerugian keuangan negara sekitar Rp360 juta," kata Kajari Lhokseumawe, Dr. Mukhlis, S.H., M.H., didampingi Kasi Intelijen Miftahudin, S.H., dan Kasi Pidana Khusus Saifuddin, S.H., M.H., di kantornya, Kamis, sore. (Baca: Jaksa Tahan Keuchik dan Bendahara Ujong Pacu Tersangka Dugaan Korupsi Dana Desa)[](red)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.