13 December 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ini Indeks Ekspor Impor Bahan Bakar Mineral Aceh ke Mancanegara

...

  • Fazil
  • 01 August 2018 17:25 WIB

@portalsatu.com/Fazil
@portalsatu.com/Fazil

BANDA ACEH - Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh merilis perkembangan indeks harga konsumen dan inflasi Juli 2018 yang diadakan di Aula BPS setempat, Rabu, 1 Agustus 2018.

Dalam kesempatan itu, juga dipaparkan tentang perkembangan nilai tukar petani dan harga produsen, perkembangan ekspor impor, parawisata dan transportasi, dan pertumbuhan produksi industri Triwulan II 2018.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Drs. Wahyudin, M.,M, mengatakan, inflasi yang terjadi di Provinsi Aceh disebabkan oleh meningkatnya indeks harga konsumen untuk kelompok-kelompok pengeluaran, misalkan bidang transpor, komunikasi dan jasa keuangan inflasi sebesar 0,80 persen, pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,41 persen, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,37 persen, sandang 0,24 persen, kesehatan 0,22 persen, perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,6 persen, sedangkan kelompok bahan makanan deflasi sebesar 0,16 persen.

Sementara inflasi Juli 2018 terhadap Juli 2017, kata Wahyudin, untuk Kota Banda Aceh sebesar 3,53 persen, Lhokseumawe 4,65 persen, Meulaboh 3,77 persen, dan Provinsi Aceh 3,89 persen. Komponen inti untuk Provinsi Aceh pada Juli 2018 mengalami inflasi sebesar 0,18 persen, dan komponen yang harganya diatur pemerintah mengalami inflasi 0,51 persen, sedangkan komponen bergejolak mengalami deflasi 0,01 persen.

Menurut Wahyudin, sedangkan ekspor impor pada Juni 2018, nilai ekspor  Provinsi Aceh sebesar 10.901.013 USD atau mengalami peningkatan sebesar 5,04 persen jika dibandingkan sebelumnya. Apabila dibandingkan dengan nilai ekspor pada Juni 2017 menunjukkan peningkatan berjumlah 119,11 persen.

"Kalau nilai impor Aceh pada Juni 2018 tercatat hanya sebesar 691.976 USD, nilai ini mengalami peningkatan senilai 215,24 persen bila dibandingkan Mei 2018. Neraca perdagangan Provinsi Aceh Triwulan II (Januari-Juni) 2018 mengalami surplus sebesar 10.209.037 USD, mengalami peningkatan 0,50 persen dibandingkan dengan sebelumnya. Untuk persentase perubahan neraca perdagangan antara Juni 2018-Juni 2017 itu mengalami peningkatan 544,91 persen," kata Wahyudin, kepada wartawan, di kantor BPS Aceh, Rabu, 1 Juli 2018.

Jika dipersentasekan, sebut Wahyudin, total nilai ekspor komoditi asal Aceh yang diekspor melalui provinsi lain terhitung pada Triwulan II 2018 sebesar 51,46 persen, terhadap total ekspor komoditi asal Provinsi Aceh sebesar 22.456.368 USD. 

Wahyudin merincikan, bahan ekspor melalui pelabuhan di Provinsi Aceh untuk luar negeri, seperti bahan bakar mineral atau batu bara diekspor ke India sebesar 4.568.474 USD, Thailand 3.740.111 USD, dan Tiongkok 1.683.700. 

"Mengenai jumlah parawisata mancaranegara yang masuk ke Aceh terhitung pada Juni 2018 sebanyak 1.484 orang, ini mengalami penurunan sebesar 15,80 persen jika dibandingkan dengan Mei 2018. Namun secara kumulatif pada Triwulan II 2018, total wisatawan mancanegara kedatangan di Aceh sebanyak 16.491 orang, dan mengalami peningkatan 12,18 persen perbandingan tahun 2017," ujar Wahyudin.[]

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.