18 July 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ini Kata BNN Soal Program Pengalihan Ganja ke Tanaman Produktif

...

  • Fazil
  • 07 July 2018 14:00 WIB

Pemusnahan tanaman ganja di Kecamatan Sawang, Aceh Utara, 6 Juli 2018. @Fazil
Pemusnahan tanaman ganja di Kecamatan Sawang, Aceh Utara, 6 Juli 2018. @Fazil

ACEH UTARA - Badan Narkotika Nasional (BNN) mulai memfokuskan program pengembangan alternatif untuk mendorong sebagian masyarakat yang selama ini menanam ganja agar beralih ke tanaman produktif.

"Program alternatif development yang dilakukan BNN untuk mengentaskan tanaman ganja di Aceh. Tetapi perlu dilakukan evaluasi-evaluasi, supaya masyarakat atau petani di pedalaman Aceh  bisa beralih ke tanaman yang lebih produktif dan bermanfaat bagi perekonomian masyarakat," kata Penyidik Utama Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI, Kombes Pol Iwan Eka Putra, S.IK, kepada portalsatu.com, usai pemusnahan tanaman ganja di Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Jumat, 6 Juli 2018.

Baca juga: BNN Musnahkan Tanaman Ganja di Ladang Seluas 10 Hektare

"Program pengalihan tanaman ganja ke tanaman produktif sebagai upaya mengatasi permasalahan narkotika di Indonesia secara keseluruhan," ujar mantan Kapolres Aceh Utara itu.

Menurut Iwan, pengawasan terhadap masyarakat agar tidak lagi menanam ganja, bisa dilakukan BNN RI maupun BNN Provinsi Aceh dan BNN kabupaten/kota. Beberapa kabupaten di Aceh diduga banyak ladang ganja. Di antaranya, Aceh Besar, Bireuen, dan Aceh Utara.

"Berdasarkan data tahun 2017, ada sekitar 45 hektare ladang ganja yang dimusnahkan di Aceh. Lokasinya terpisah, tetapi saat itu lebih banyak difokuskan di wilayah Aceh Besar," kata Iwan.

Iwan menyebutkan, tahun 2018 akan dilakukan pemusnahan tanaman ganja di mana saja ditemukan berdasarkan pantauan citra satelit pihak BNN. "Artinya, kita tetap melakukan pengawasan di mana saja akan berpotensi terhadap penanaman barang haram tersebut," ujarnya.[]

Editor: portalsatu.com


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.