17 December 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ini Kata Dirjenpas Soal Rumah Tahanan di Aceh

...

  • ANTARA
  • 02 December 2018 13:00 WIB

Dua anggota polisi menggiring buronan napi yang tertangkap saat bersembunyi di gedung Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB), di LP Lambaro, Sabtu (1/12/2018). ANTARA FOTO/Ampelsa
Dua anggota polisi menggiring buronan napi yang tertangkap saat bersembunyi di gedung Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB), di LP Lambaro, Sabtu (1/12/2018). ANTARA FOTO/Ampelsa

BANDA ACEH - Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Kementerian Hukum dan HAM, Sri PB Utami, mengatakan, rumah tahanan di Provinsi Aceh diberi keistimewaan dan mendapat perlakuan khusus jika dibandingkan dengan rumah tahanan lain di Indonesia.

"Rutan Aceh ini luar biasa dan berbeda dengan di luar Aceh. Kearifan setempat diangkat betul dan mereka diizinkan untuk melaksanakan shalat berjamaah," kata Sri kepada para wartawan di Lembaga Pemasyarakatan Lambaro, Aceh Besar, 1 Desember 2018.

Sri katakan itu usai inspeksi mendadak terkait kabur atau larinya 113 narapidana LP Lambaro, Aceh Besar, yang terjadi Kamis (29/11). Ratusan napi di LP Lambaro kabur dengan cara memecahkan kaca jendela sisi kanan depan lapas serta merusak pagar kawat besi pemisah bangunan utama lapas tersebut saat azan Magrib.

"Petugas memberikan keistimewaan untuk napi melaksanakan shalat Magrib berjamaah. Namun ternyata malah dimanfaatkan beberapa oknum napi untuk melarikan diri," kata Sri.

Terkait oknum atau dalang dari kaburnya 113 napi itu, kata Sri, jajaran Polda Aceh serta Polresta Banda Aceh sedang mendalami itu.

LP Lambaro diketahui dihuni 727 warga binaan. 113 narapidana kabur pada azan Magrib berkumandang Kamis (29/11), dan 37 di antaranya telah ditangkap serta sudah dikembalikan ke LP Lambaro itu.

Pewarta: Irman Yusuf.[]Sumber: antaranews.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.