29 October 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ini Kata Falevi Setelah Dapat Informasi dari Kemendagri Soal Dana Refocusing Aceh untuk Covid-19

...

  • Fakhrurrazi
  • 22 September 2020 21:00 WIB

Ketua Komisi V DPRA, M. Rizal Falevi Kirani. Foto: Fakhrurrazi
Ketua Komisi V DPRA, M. Rizal Falevi Kirani. Foto: Fakhrurrazi

BANDA ACEH - Ketua Komisi V DPRA, M. Rizal Falevi Kirani, mengatakan, selain melaporkan proyek multiyears 2020 yang tidak masuk KUA-PPAS tahun 2020, pihaknya juga mempertanyakan kepada Kemendagri di Jakarta tentang anggaran refocusing APBA untuk penanganan Covid-19.

Menurut Falevi, berdasarkan keterangan Dirjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Mochamad Ardian, dana refocusing Aceh untuk penanganan Covid-19 mencapai Rp2,5 triliun lebih. 

"Kita dapat informasi terbaru dari Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri bahwa dana refocusing Aceh bukan 2,3 triliun tapi 2,5 triliun lebih," kata Falevi saat dijumpai di ruangannya. Selasa, 22 September 2020.

Falevi mengungkapkan, anggaran kesehatan hanya dialokasikan Rp200 miliar dalam dana refocusing tersebut. Pasalnya, Pemerintah Aceh banyak mengalokasikan anggaran untuk program hibah mencapai Rp1 triliun lebih. Sisanya untuk jaring pengaman sosial, ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi.

"Padahal, Presiden Joko Widodo sudah beberapa kali menyampaikan bahwa fokusnya di kesehatan. Tapi sangat miris, anggaran kesehatan Aceh sangat kecil," ungkap Falevi.

Ketua Komisi Kesehatan ini menyampaikan kepada pejabat Kemendagri bahwa Pemerintah Aceh tidak pernah menjelaskan secara tertulis kepada DPRA tentang perincian dana refocusing untuk penanganan Covid-19.

Falevi juga mendapat informasi dari Kemendagri bahwa Aceh satu-satunya provinsi dengan serapan anggaran terendah se-Indonesia. Pemerintah Aceh baru 6 persen menggunakan dana refocusing per 11 September 2020. Menurut dia, selama ini Pemerintah Aceh menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT) berjumlah Rp118 miliar.

"Yang kita heran kepada Pemerintah Aceh kenapa data (anggaran untuk penanganan Covid-19) itu tidak pernah dibuka ke publik. Kita minta Pemerintah Aceh terbuka saja, kenapa harus ditutup, kenapa harus disembunyikan. Padahal dari awal sudah kita sampaikan kepada TAPA untuk transparan. Jadi, kita tetap mengawal ketat, dan kita sudah minta kepada KPK untuk mengawal ketat," pungkas politikus Partai Nanggroe Aceh itu.[] 

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.