24 March 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ini Kata KIP Lhokseumawe Soal Pelipatan Surat Suara Pemilu 2019

...

  • Fazil
  • 10 March 2019 12:00 WIB

Komisioner KIP, Mulyadi, melihat surat suara. Foto Fazil
Komisioner KIP, Mulyadi, melihat surat suara. Foto Fazil

LHOKSEUMAWE - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Lhokseumawe menargetkan proses pelipatan surat suara Pemilu 2019 dapat diselesaikan sebelum 17 Maret 2019.

Pelipatan dan penyortiran hingga saat ini masih dilakukan dengan melibatkan 100 pekerja, dibantu 15 orang dari internal KIP yang sekaligus mengawal surat suara tersebut. Pelipatan itu juga dikawal pihak Panwaslih Lhokseumawe dan kepolisian setempat.

Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KIP Kota Lhokseumawe, Mulyadi, mengatakan, berdasarkan jadwal ditentukan KPU RI tahapan pelipatan surat suara sejak tanggal 1 sampai 17 Maret 2019. Sebelum sampai batas waktu yang ditentukan itu, diperkirakan tiga hari ke depan pelipatan semua surat suara, baik untuk DPRA, DPRK, DPD RI, DPR RI, Presiden dan Wakil Presiden dapat terselesaikan dengan baik.

"Karena setelah itu nantinya baru bisa diketahui secara pasti berapa jumlah surat suara yang rusak seperti robek, bercampur warna maupun lainnya. Sehingga dapat dipastikan berapa jumlah surat suara yang memang harus ditambahkan lagi dengan syarat menyampaikan permohonan terlebih dahulu kepada KPU untuk dapat diganti," kata Mulyadi kepada portalsatu.com, Sabtu, 9 Maret 2019.

Mulyadi menyebutkan, surat suara DPRK Lhokseumawe Dapil 1 sebanyak 57.752, Dapil 2 sebanyak 33.213, Dapil 3 sebanyak 17.158, dan Dapil 4 sebanyak 24.586 surat suara. Sedangkan surat suara DPRA berjumlah 132.707, DPR RI 132.707, DPD RI 132.707, Presiden dan Wakil Presiden 132.707. Jumlah surat suara 663.537 lembar.

"Berdasarkan hasil rekapitulasi sementara, sejak tanggal 2 sampai 8 Maret 2019 jumlah total yang sudah terlipat 323.075 surat suara. Kita targetkan dalam tiga hari ke depan proses pelipatan semua kertas (surat) suara itu dapat diselesaikan. Artinya sebelum sampai 17 Maret 2019 bisa terselesaikan. Setelah itu, nantinya baru dapat diketahui berapa jumlah surat suara yang rusak maupun hal lainnya," ungkap Mulyadi.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.