26 March 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ini Kata Komisi V DPRA Soal Raqan Pembangunan Kepemudaan Aceh

...

  • PORTALSATU
  • 14 December 2018 10:30 WIB

Foto: istimewa
Foto: istimewa

BANDA ACEH - Komisi V DPRA sudah menyelesaikan penyusunan draf Rancangan Qanun (Raqan) tentang Pembangunan Kepemudaan Aceh. Draf raqan itu diserahkan kepada Ketua DPRA, Sulaiman, S.E., MSM., di kantornya, Kamis, 13 Desember 2018.  

Ketua Komisi V DPRA, Mohd. Alfatah, mengatakan, pembangunan kepemudaan Aceh bertujuan mewujudkan pemuda Aceh yang bertanggung jawab, baik kepada dirinya sendiri, lingkungannya serta nusa dan bangsa dengan iman dan takwa (imtak) kepada Allah SWT.

“Tim Penyusun Rancangan Qanun Aceh tentang Pembangunan Kepemudaan Aceh telah menyelesaikan pembahasan rancangan qanun bersama mitra kerja, baik dari Pemerintah Aceh dan tenaga ahli,” ujarnya.

Alfatah berharap denan adanya qanun ini ke depan mampu mewujudkan pemuda yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab. "Juga memiliki jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, dan kepeloporan serta profesional dalam rangka pembangunan Aceh yang bersyariat Islam".

“Maka diperlukan pembangunan kepemudaan sehingga pemuda Aceh mampu berpartisipasi aktif dalam pembangunan Aceh serta bersaing dalam berbagai kegiatan baik tingkat daerah, nasional maupun internasional,” ujar Alfatah.

Sementara itu, hari yang sama, Ketua Komisi VI DPRA, Sulaiman Ali, menyerahkan, draf Raqan tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, kepada Ketua DPRA, Sulaiman.

Sulaiman Ali menjelaskan, dalam qanun itu diatur tindakan rehabilitasi ditujukan kepada korban penyalahgunaan narkotika untuk memulihkan atau mengembangkan kemampuan fisik, mental, dan sosial si penderita. Selain untuk memulihkan, rehabilitasi juga sebagai pengobatan atau perawatan bagi para pecandu narkotika agar para pecandu dapat sembuh dari kecanduannya terhadap narkotika. Rehabilitasi yang dilakukan berupa rehabilitasi medis maupun sosial.

Menurut Sulaiman Ali, dengan adanya qanun ini diharapkan juga akan muncul antisipasi dini terhadap pencegahan, penanganan, rehabilitasi, pendanaan, dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam rangka pencegahan penyalahgunaan narkotika, dengan cara berkerja sama lintas organisasi maupun kemasyarakatan dan swasta, termasuk perguruan tinggi maupun lembaga sukarelawan.[]

Penulis: Khairul Anwar
 

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.