09 April 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ini Kata Nasir Djamil Soal Kasus Penggranatan Rumah Plt. Kepala ULP Aceh

...

  • PORTALSATU
  • 22 March 2020 15:50 WIB

M. Nasir Djamil. Foto: dok./istimewa
M. Nasir Djamil. Foto: dok./istimewa

BANDA ACEH - Anggota Komisi III DPR RI, M. Nasir Djamil, menduga motif penggranatan rumah Plt. Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Aceh, Sayid Azhary, terkait monopoli proses tender proyek. Anggota Komisi Hukum DPR itu meminta Polda Aceh mengusut tuntas kasus pelemparan granat tersebut yang terjadi pada Jumat, 20 Maret 2020, malam lalu.

Dia menduga selama ini proyek-proyek dibiayai negara di lingkungan Pemerintah Aceh dimonopoli sekelompok orang tertentu, sehingga ada pihak merasa dizalimi. "Ini sering terjadi di Aceh, tanpa ada pengawasan yang tepat, sehingga ada yang dirugikan," ujar Nasir Djamil saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Ahad, 22 Maret 2020.

Nasir Djamil menilai monopoli proyek di Aceh berjalan mulus sehingga ada pihak yang terzalimi dan tergoda untuk main hakim sendiri. "Itu ada berkaitan dengan dendam pribadi, karena tidak merasa puas terhadap ULP Aceh," ungkap politikus PKS itu.

Dia mendesak Polda menginvestigasi dan mengusut tuntas motif penggranatan rumah Plt. Kepala ULP Aceh, apakah berkaitan dengan monopoli proyek atau dendam pribadi. “Kepolisian harus mencari tahu kenapa rumah Kepala ULP Aceh digranat. Apakah ada kaitannya dengan monopoli proyek di Aceh atau masalah internal," tegas Nasir Djamil.

Sebelumnya, Anggota Komisi III DPR RI, Nazaruddin akrab disapa Dek Gam, juga meminta Polda Aceh mengusut tuntas kasus pelemparan granat di rumah Plt. Kepala ULP Aceh, Sayid Azhary. Dek Gam mengatakan kasus ini akan menjadi tugas pertama Kapolda Irjen Pol Wahyu Widada, yang baru saja bertugas di Aceh. 

"Ini tugas pertama Bapak Kapolda Aceh yang baru, kasus ini harus selesai diungkap," kata Dek Gam di Banda Aceh, Sabtu, 21 Maret 2020.

Politikus PAN ini sangat yakin Kapolda Aceh mampu mengusut siapa dalang di balik kasus teror terhadap pejabat Aceh itu. Baginya kasus ini harus menjadi fokus Kapolda Aceh dalam tahun ini. "Saya yakin Bapak Kapolda Aceh mampu mengungkap siapa dalam di balik teror ini," ujar Dek Gam.

Dek Gam mengaku sudah menghubungi langsung Kapolda Aceh untuk meminta agar kasus tersebut diusut tuntas. Kapolda Aceh memastikan akan mengusut kasus tersebut.

"Saya sudah hubungi Kapolda Aceh meminta agar kasus ini diungkap, dan Kapolda Aceh mengatakan akan mengusut tuntas kasus ini," ujarnya.

Seharusnya, kata Dek Gam, kasus teror seperti itu tidak boleh terjadi lagi di Aceh. Ia juga menyayangkan pihak tidak bertanggung jawab yang coba memperkeruh suasana damai Aceh sekarang ini.

"Sudah cukup kasus teror seperti ini, tidak boleh terjadi lagi, masyarakat tidak perlu takut untuk hal seperti ini, kita percayakan saja kepada Kapolda Aceh untuk mengusut tuntas," kata Presiden klub Persiraja Banda Aceh ini.

Selain itu, Dek Gam menduga ada pihah-pihak yang mungkin mengambil keuntungan di balik kasus teror granat tersebut. Apabila kasus ini tidak diungkap, maka akan menjadi pertanyaan besar di tengah masyarakat.

"Biar masyarakat tidak bertanya-tanya, makanya kasus ini harus diusut tuntas. Semoga kekerasan dan intimisadi di Aceh tidak terulang kembali, dan ini menjadi kasus terakhir," tegas Dek Gam.

Dek Gam bahkan menduga ada mafia tender proyek yang berada di balik kasus teror tersebut. Apalagi rumah yang diserang milik orang yang mengatur jalannya tender proyek di Pemeritnah Aceh.

"Ini akan terus menjadi pertanyaan di masyarakat, makanya Kapolda harus mengungkap kasus ini, dan saya akan mengawal terus kasus ini sampai tuntas," ujarnya.[](Khairul Anwar/ril)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.