18 December 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ini Kata Pemkab Aceh Timur Soal Warga Rohingya yang Masuk Kuala Idi

...

  • Fazil
  • 04 December 2018 22:00 WIB

Rohingya yang masuk ke Kuala Idi Rayeuk, Aceh Timur, Selasa, 4 Desember 2018. @Fazil
Rohingya yang masuk ke Kuala Idi Rayeuk, Aceh Timur, Selasa, 4 Desember 2018. @Fazil

ACEH TIMUR - Pemerintah Kabupaten Aceh Timur untuk sementara menyerahkan 20 warga Rohingya yang masuk ke Kuala Idi Rayeuk, Aceh Timur, kepada pihak Imigasi Kelas II Kota Langsa guna dilakukan pendataan lebih lanjut, Selasa, 4 Desember 2018.

Asisten II Setdakab Aceh Timur, Usman A. Rachman, mengatakan, mereka belum dapat dikatakan sebagai pengungsi, karena cara mereka (warga Rohingya) itu masuk ke wilayah Aceh Timur bukan dikarenakan terdambar, mereka mendarat di Kuala Idi dengan selamat dan tanpa terlihat kendala yang berarti.

"Akan tetapi setelah mengetahui bahwa adanya warga Rohingya di kawasan tersebut, sehingga ditampung untuk sementara di Pos TNI-AL Kuala Idi Rayeuk, kemudian kita berikan makanan secara sosial dan pelayanan kesehatan dengan memberikan obat-obatan, fasilitas pakaian dan berupa hal lainnya yang bersifat membutuhkan," kata Usman A. Rachman, kepada para wartawan, Senin, sore.

Berkenaan penanganan selanjutnya, Usman menyebutkan, setelah berdiskusi panjang dengan pihak Imigrasi Langsa, bahwa warga Rohingya tersebut belum bisa dikategorikan sebagai pengungsi. Karena sebagainana diketahui ciri-ciri pengungsi biasanya itu mereka terdampar, ada anak-anak, orangtua dan bermacam perbedaan.

"Tetapi fakta yang kita lihat sekrang ini adalah pada umumnya mereka banyak yang diusia muda. Jadi, kita belum tahu tujuan mereka ke sini untuk apa, statusnya dan dari negara mana, untuk dugaan sementara mereka itu merupakan warga Rohingya. Namun perlu diverifikasi kembali tentang status dan kewarganegaraan mereka," ujar Usman.

Jika memang setelah diperiksa oleh pihak imigrasi menyangkut hal tersebut, lanjut Usman, apabila nantinya status mereka sebagai pengungsi, jika memang ini dianggap tanggungjawab Pemkab Aceh Timur maka pihaknya bersedia akan memberikan bantuan sesuai kapasitasnya.

"Memang perlu dibawa ke imigrasi terlebih dahulu untuk pendataan lebih detail, karena ini menyamgkut warga asing yang masuk ke suatu negara maka perlu dilakukan pendataan secara akurat. Pada intinya kita melihat ciri-ciri mereka itu belum masuk kategori sebagai pengungsi, karena cara mereka mendarat jauh berbeda dari dikatakan terdampar, semua terlihat pemuda berusia produktif dan warga tersebut tidak bercampur sebagaimana yang pernah dilihat sebelumnya. Maka dalam hal ini kita ragukan tentang status dan tujuan mereka ke daerah ini," ungkap Usman A. Rachman.

Bahkan setelah diperiksa saat tiba di Kuala Idi tersebut, menurut Usman, juga didapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar berjumlah empat jerigen, sebagiannya lagi bensin dan peralatan lainnya juga ada di dalam boat yang mereka gunakan tersebut.

"Berarti kami menganggap ini bukan pengungsi, tetapi nantinya setelah ada kesimpulan dari hasil pemeriksaan pihak imigrasi ternyata memang pegungsi karena ada persoalaan konflik di negara mereka, maka kita siap membantu secara sosial dan kemanusiaan," ungkap Usman.[]

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.