24 April 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ini Kata Pengamat Politik Soal Siapa Lebih Unggul Dalam Debat Pamungkas Capres-Cawapres

...

  • MUDIN PASE
  • 14 April 2019 15:50 WIB

Taufik Abdullah. Foto: dok./istimewa
Taufik Abdullah. Foto: dok./istimewa

BANDA ACEH - Pengamat Politik dari FISIP Unimal, Taufik Abdullah, menilai Prabowo-Sandi tampak lebih unggul daripada Jokowi-Makruf dalam debat pamungkas pada hari terakhir masa kampanye Pemilu 2019, Sabtu, 13 April, malam. 

“Maaf, saya tidak bisa mengulas lengkap debat semalam. Secara general, debat terakhir ini kita dapat lihat dengan jelas kemampuan total calon presiden dan calon wakil presiden, dalam hal penguasaan masalah, memberi solusi, kemampuan leadership, daya tarik dan performance pemimpin Indonesia lima tahun ke depan,” ujar Taufik Abdullah saat portalsatu.com meminta komentarnya, Minggu, 14 April 2019.  

Dari aspek itu, menurut amatan Taufik, lebih menonjol pada sosok Prabowo-Sandi. Sementara Jokowi, kata dia, seperti kurang percaya diri walaupun gesturnya memang seperti itu, low profile. “Narasi Jokowi agak sedikit kaku, bahkan sempat mengusap kening pertanda lelah,” katanya. 

“Apalagi Prabowo tampil agak elegan dan rileks, walau watak tegasnya masih tetap kelihatan. Lain halnya, dengan Kiyai Makruf tampak hanya sebagai pendamping setia. Beliau hanya diberi kesempatan menyampaikan pandangan soal ekonomi syariah, penerimaan zakat dan wakaf, serta soal keuangan syariah,” ujar Taufik.

Taufik menilai penjelasan KH. Makruf Amin cukup memadai. Namun, menurut dia, ini tidak bisa dibandingkan dengan Sandiaga Uno, yang lebih menukik ke akar persoalan dan solutif. “Tampak Sandi lebih cerdas dan bernas narasinya di semua segmen debat. Kualitas dan kapasitas Sandi benar-benar bercahaya, apalagi pada saat clossing dia cukup mampu menggiring memori dan ingatan pemilih akan program aksinya jika mendapat mandat,” kata dia.

Menariknya, menurut Taufik, dalam debat terakhir itu semua tampil otentik, menunjukkan jati dirinya dan kemampuan masing-masing. “Dan itu jelas terlihat dalam narasi dan argumentasi mereka. Narasi Jokowi agak kepayahan dalam mengeluarkan ide kecuali ia menegaskan garis besar kinerjanya selama ini. Sosok Jokowi jelas sekali gaya bahasanya lambat, lazimnya orang Jawa bertutur kata. Kiyai Makruf tampil dengan ciri khasnya sebagai pengkhotbah, tenang walau kurang subtantif”. 

“Kemudian, Prabowo intonasi bahasanya tetap kuat dan menohok. Misalnya, dia berkata, ‘Saya tidak menyalahkan Pak Jokowi, tapi ini kesalahan dan tanggung jawab kita semua’, begitu kira-kira. Prabowo agak resah, menunjukkan dirinya antara pesimis dan optimisme melihat persoalan. Beda dengan Sandi, tampil dengan narasi argumentatif, bahasa yang simple, tapi jelas terlihat dia intelek. Jadi, debat semalam miliknya Sandi saya kira, tampil memukau,” ujar Taufik.  

Taufik menegaskan, debat terakhir itu menunjukkan kemampuan dan kepribadian calon pemimpin Indonesia, yang terlihat jelas. “Tentang siapa yang layak dipilih? Debat pamungkas ini injury time, yang dapat mengiring pemilih untuk menentukan pilihannya pada situasi rational thinking dan rational choice,” kata dia.

Menurut Taufik, terasa debat semalam miliknya Prabowo- Sandi, tapi itu bukan satu kemutlakan akan terarahnya pemilih pada situasi kesadaran untuk menentukan dan menjatuhkan pemilihan secara rasional. Kedua tim, kata dia, harus bisa memanfaatkan waktu luang dengan efektif, dan cara-cara yang halal menjemput simpati dan empati rakyat. 

Menurut Taufik, jikapun Prabowo-Sandi menguasai ide dan gagasannya, narasi dan bahasanya yang argumentatif dan proyektif dalam menegaskan rencana dan program aksinya, tapi ada banyak hal lainnya perlu ditelusuri dan evaluasi kembali selama proses kampanye. “Pola, pendekatan, dan segmentasi pemilih, seterusnya mengawal dengan cara-cara yang santun dan damai akan cukup penting dilakukan kedua kubu. Karena dengan cara seperti itu demokrasi dan pemilu kita akan lebih baik ke depan,” ujarnya. 

Lebih lanjut, kata Taufik, melawan kekalahan dan merebut kemenangan seringkali tidak ada istilah fair play. Apapun, kata dia, semua pihak terutama pihak-pihak yang bertanggung jawab demi jalannya pemilu ini yang luber dan jurdil bisa menjalankan peran dan tanggung jawabnya dengan benar. 

Terakhir, kata Taufik, menarik untuk dicermati pascadebat. Kedua timses akan mengevaluasi dampaknya secara cermat, dan bakal dapat mengambil langkah-langkah taktis menjelang hari pencoblosan pada situasi injury time.  Namun, yang pasti menurut Taufik, pascadebat ini akan muncul berbagai ilusi untuk membela jagoannya dengan berbagai asumsi dan perspektif, dan ini menarik untuk pembelajaran kaum milenial.

Effect kaum milineal melalui daya tarik medsos harus cukup diperhitungkan kedua kubu. Di sisi lain, ilusi-ilusi yang muncul pascadebat ini akan menjadi pertimbangan penting untuk memgambil kesimpulan sementara di antara mereka, sudah bisa merasakan kekalahan dan kemenangannya,” ujar Taufik Abdullah.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.