28 October 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ini Kata Pertamina Cabang Aceh Soal Gugatan Terkait Stiker BBM Bersubsidi

...

  • Fakhrurrazi
  • 14 October 2020 17:25 WIB

Unit Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I, M. Roby Hervindo. Foto: istimewa
Unit Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I, M. Roby Hervindo. Foto: istimewa

BANDA ACEH - PT Pertamina (Persero) Cabang Aceh, Hiswana Migas Aceh dan Gubernur Aceh digugat oleh Gerakan Rakyat Aceh Menggugat (GERAM) terkait pemasangan stiker BBM bersubsidi. Bunyi kalimat dalam stiker itu dinilai merendahkan martabat rakyat Aceh. 

Geram menggugat ketiga pihak itu membayar kerugian immateril senilai Rp1 triliun kepada rakyat Aceh. Perkara perdata ini akan disidangkan di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Senin pekan depan.

Unit Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I, M. Roby Hervindo, mengatakan pihaknya akan menghormati proses gugatan yang dilayangkan Geram. Pihaknya juga akan kooperatif terkait hal ini.

"Kita sih ikuti saja prosesnya, karena kan tergugat satunya bukan di pihak Pertamina, jadi kami hanya ikutan saja. Intinya kita mengikuti proses sesuai aturan hukum yang berlaku," kata Roby Hervindo kepada portalsatu.com, Rabu, 14 Oktober 2020.

Roby mengungkapkan, hasil evaluasi selama pemasangan stiker BBM bersubsidi mampu mengurangi antrean panjang hingga keluar wilayah SPBU. Antrean panjang selama ini, kata Robi, sangat menganggu aktivitas masyarakat pengguna jalan.

Roby menyampaikan, berdasarkan data survei di lapangan menunjukan hasil yang positif, yakni adanya pengurangan antrean kendaraan sampai 80 persen dari satu bulan pelaksanaan awal. 

"Jadi yang awalnya antrean panjang mengikar, sangat mengganggu masyarakat dan sekarang sudah berkurang," ungkap Roby.

Kemudian, kata Roby, konsumsi bahan bakar minyak bersubsidi tersebut jadi lebih tepat sasaran. Hal ini dikarenakan masyarakat yang mampu berpindah menggunakan BBM nonsubsidi.

"Akhirnya mereka berpindah ke BBM yang memang diperuntukkan bagi kalangan mampu," ujarnya.

Selain itu, lanjut Robi, program pemasangan stiker BBM bersubsidi ini juga berdampak positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Aceh melalui Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) menunjukan angka peningkatan. 

"Jadi secara evaluasi kita lihat ini positif bagi Aceh, hingga sekarang antrean tidak ada lagi di luar SPBU, semua dalam wilayah SPBU," jelasnya.

Meski demikian, Robi kembali menegaskan PT Pertamina Cabang Aceh tetap menghormati proses perkara gugatan diajukan Geram dan siap menerima apapun putusan pengadilan nantinya.

"Kalau misalnya gugatan itu dikabulkan, berarti pengadilan akan memerintahkan supaya program ini dihentikan. Jadi kalau memang ini diberhentikan, berarti siap-siap lagi antrean panjang di SPBU," pungkasnya.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.