20 October 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ini Kata Plt. Gubernur Aceh Saat Membuka Pertemuan IMT-GT

...

  • Fazil
  • 08 August 2018 15:20 WIB

@Fazil/portalsatu.com
@Fazil/portalsatu.com

BANDA ACEH - Pemerintah Aceh menerapkan konsep pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan (Aceh Green) dengan harapan dapat dilanjutkan dengan pembangunan Kota Hijau (Green City) di sejumlah wilayah. Sehingga visi Aceh Green yang dijalankan di tingkat provinsi diperkuat lagi dengan keberadaan Cities Green di wilayah perkotaan.

Hal itu disampaikan Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, saat membuka Sustainable Urban Development Workshop, 1St Green Cities Mayor Council Meeting and Indonesia-Malaysia-Thailand and Growth Triangle (3Rd IMT-GT) Green Council Meeting, yang berlangsung di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Rabu, 8 Agustus 2018. 

"Aceh Green menjadi salah satu visi pembangunan Aceh, karena kami menyadari betapa pentingnya menjaga kelestarian alam untuk diseimbangkan dengan laju pembangunan yang sedang berjalan. Visi Aceh Green pada dasarnya bukan hanya ditujukan untuk menjaga keseimbangan alam Aceh, tapi dalam rangka upaya menjaga dan melestarikan hutan," kata Nova Iriansyah.

Nova menyebutkan, Gubernur Aceh menerbitkan Instruksi Nomor 5 Tahun 2007 tentang Moratorium Logging di seluruh kawasan hutan Aceh. Sasaran moratorium itu terwujudnya kawasan hutan Aceh yang mampu mempertahankan sistem penopang kehidupan, menguatkan kapital sosial masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Selain itu, terpulihkannya fungsi hutan yang terdegradasi melalui restorasi dan penghutanan kembali lahan kritis, serta terjaganya hutan alam yang masih tersisa sebagai sistem penopang kehidupan dan pembangunan berkelanjutan yang adil secara lintas generasi.

"Maka dengan keputusan itu, seluruh aksi penebangan hutan di Aceh, baik itu yang legal apalagi yang ilegal harus dihentikan. Semangat moratorium inilah yang kemudian menjadi dasar bagi Pemerintah Aceh dalam menjalankan visi Aceh Green," ujar Nova di hadapan delegasi IMT-GT.

Dalam program itu, menurut Nova Iriansyah, tentu fokus utamanya tidak hanya menjaga dan melestarikan hutan. Karena visi Aceh Green merupakan landasan bagi Pemerintah Aceh dalam menjalankan pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan yang sensitif bencana. 

"Setidaknya ada enam poin utama yang menjadi perhatian kita dalam menerapkan Aceh Green ini. Di antaranya, mendesain rencana pertumbuhan hijau Aceh (Green growth plan) sebagai bagian dari implementasi asas berkelanjutan dalam pembangunan Aceh," kata Nova.

Kemudian, melakukan langkah-langkah strategis mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, serta menerapkan strategi mitigasi dan manajemen risiko bencana melalui penguatan kapasitas tim tanggap darurat dan penyadartahuan masyarakat.

"Selain itu membangun rencana pemulihan spesies kunci yang kritis terancam punah, membangun manufaktur bagi penyediaan kayu alternatif dalam rangka mengantisipasi lonjakan kebutuhan kayu dunia untuk pencegahan degradasi hutan," ujar Nova.[]

Editor: portalsatu.com


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.