13 August 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ini Kata Plt. Gubernur Aceh Soal Moratorium Tambang dan Perkebunan Sawit

...

  • portalsatu.com
  • 08 January 2020 16:30 WIB

Foto: Biro Humas Setda Aceh
Foto: Biro Humas Setda Aceh

BANDA ACEH - Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengatakan isu lingkungan hidup masih menjadi program yang sangat penting dan serius bagi Pemerintah Aceh. Oleh karena itu, Pemerintah berkomitmen akan mempercepat realisasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Aceh (RPJMA) mengenai lingkungan hidup pada tahun ini.

Hal itu disampaikan Plt. Gubernur saat membuka Forestival Aceh tahun 2020 yang mengusung tema “Perbaikan Tata Kelola untuk Mewujudkan Pemanfaatan Hutan Aceh yang Adil, Sejahtera dan Berkelanjutan” di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Rabu, 8 Januari 2020.

Nova mengatakan, keseriusan pemerintah terhadap pembenahan lingkungan hidup tersebut telah dibuktikan melalui visi misi kerja Irwandi-Nova dan masuk dalam 15 program Aceh Hebat tentang lingkungan hidup yaitu Aceh Green.

Dia menyebutkan, program tersebut dibentuk sebagai upaya penegasan terhadap pembangunan lingkungan hidup yang berkelanjutan dengan konsep pembangunan Aceh Green.

Nova mengapresiasi Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) bekerja sama dengan The Asia Foundation (TAF) melalui Program SETAPAK 2 yang telah berhasil melaksanakan kegiatan Forestival Aceh tersebut sebagai upaya refleksi untuk mendapatkan pembelajaran dari proses pelaksanaan program perbaikan tata kelola hutan dan lahan di Aceh.

Menurut Nova, dengan adanya forum Temu Mitra tersebut, diharapkan mampu menghasilkan berbagai rekomendasi, terobosan, ide dan pemikiran yang konstruktif dari stakeholders terkait, untuk menyelesaikan berbagai permasalahan dan tantangan dihadapi. 

“Dengan Tata Kelola dan Pemanfaatan Hutan Aceh yang baik, diharapkan nantinya pemanfaatan hutan di Aceh dapat memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat kita,” kata Nova.

Nova juga menyatakan komitmentnya untuk mempercepat realisasi terhadap rekomendasi-rekomendasi yang disampaikan sebelumnya oleh WALHI 

“Beberapa rekomendasi tersebut, saat ini belum sampai ke meja saya, tapi saya komit akan mempercepat proses ini (rekomendasi), walaupun prosesnya masih sangat lambat,” ujar Nova.

Terkait moratorium tambang dan perkebunan sawit, Nova mengaku akan meninjau ulang dan kembali berdiskusi dengan masyarakat sipil. “Kalau pencabutan itu ternyata memang kurang tepat bagi kebijakan pemerintah, nantinya akan kita moratorium lagi. Yang pasti semua rekomendasi bagi kami itu adalah masukan yang sama pentingnya untuk mendukung pemerintah,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Komunikasi dan Advokasi WALHI, M. Nasir, megatakan pada pertemuan tersebut ia menyampaikan langsung beberapa rekomendasi kepada Plt. Gubernur. Ia mengaku ada beberapa kebijakan pemerintah Aceh yang dianggap kurang sesuai dengan semangat menjaga lingkungan, seperti moratorium tambang dan kebun sawit. 

“Maka itu, kita akan merekomendasikan tahun 2020 ini untuk membuat moratorium kembali yang kemudian ada kebijakannya,” ujar M. Nasir.[]adv

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.