13 December 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ini Kata YARA Soal Lapas Lambaro

...

  • PORTALSATU
  • 01 December 2018 19:45 WIB

Basri YARA. Foto: Khairul Anwar
Basri YARA. Foto: Khairul Anwar

BANDA ACEH - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) menduga pengelolaan Lapas di Lambaro, Aceh Besar, tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Hal itu disinyalir turut menjadi pemicu sejumlah napi mengamuk sampai melakukan pembobolan yang membuat 113 warga binaan melarikan diri, Kamis, 29 November 2018, malam.

Dugaan itu disampaikan Koordinator YARA Wilayah Timur, Basri, saat ditemui di Kantor YARA di Banda Aceh usai mengunjungi Lapas Lambaro, Sabtu, 1 Desember 2018. Basri menyebutkan, insiden sejumlah napi mengamuk sering terjadi di Lapas Lambaro.

Basri menduga pengelolaan Lapas itu tak sesuai SOP, salah satunya Pengurusan Bebas Bersyarat (PBB) bagi napi yang telah menjalani sepertiga masa tahanan dipersulit. Sehingga jumlah napi di Lapas Lambaro over kapasitas. “Kasus ini pernah saya temukan di Lapas Lambaro, berdasarkan pengakuan napi yang ingin mengurus PBB,” kata Basri.

Selain itu, kata Basri, berdasarkan informasi diperoleh YARA, sejumlah napi mengaku adanya perlakuan tidak baik yang dilakukan oleh oknum petugas Lapas. Informasi lainnya, kata dia, diduga adanya "perlakuan berbeda untuk napi kelas kakap", baik dari segi fasilitas maupun pelayanan. “Dugaan ini, YARA sedang mendalami, apakah informasi itu benar atau tidak,” jelasnya.

Basri melanjutkan, kericuhan dan pembobolan Lapas Lambaro sudah beberapa kali terjadi. Namun, Kalapas dan Kemenkumham Aceh belum mengungkap motif kasus itu. “Kami mendesak agar Kalapas Lambaro dicopot dari jabatan,” kata Basri.

Sejauh ini, portalsatu.com belum berhasil mengonfirmasi Kalapas Lambaro terkait dugaan disampaikan YARA itu.[]

Penulis: Khairul Anwar
 

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.