17 January 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ini Kata Zubir HT Soal Fokus Pansus Migas DPRK Aceh Utara

...

  • CUT ISLAMANDA
  • 14 January 2019 21:30 WIB

Tim Pansus Migas saat turun ke salah satu kecamatan di lingkungan Blok NSB. Foto: dok./istimewa
Tim Pansus Migas saat turun ke salah satu kecamatan di lingkungan Blok NSB. Foto: dok./istimewa

LHOKSUKON - Wakil Ketua II DPRK Aceh Utara, Zubir HT., mengatakan, Pansus Migas tidak hanya fokus terhadap PT Pertamina Hulu Energi (PHE) yang saat ini mengelola Blok NSB dan Blok NSO.

"Namun juga semua perusahaan (migas) yang melakukan eksplorasi dan eksploitasi gas alam di Aceh Utara atau onshore (di darat) dan offshore (lepas pantai)," kata Zubir HT., yang juga anggota Pansus Migas DPRK Aceh Utara kepada portalsatu.com via WhatsApp, Senin, 14 Januari 2019, sore.

Zubir menyebutkan, fokus Pansus Migas menyangkut lingkungan, limbah, dan CSR, serta soal perekrutan tenaga kerja di perusahaan migas yang beroperasi di Aceh Utara, termasuk hak-hak khusus untuk daerah penghasil. "Maka perlu dibentuk tim khusus untuk mengkaji secara detail terkait berbagai persoalan di lingkungan (perusahaan pengelola blok migas)," ujar Zubir.

Menurut Zubir, Pansus Migas beranggotakan sembilan orang. Yakni, Tgk. Junaidi, Anzir, Ismed Nur Aj. Hasan, Tantawi, Zubir HT., Abdul Mutaleb, As'adi, Anwar Sanusi, dan Ismail A. Jalil.

"Tim pansus sudah bekerja sebelum di-SK-kan, kajian-kajiannya sudah kita lakukan sejak 2018. Namun Pansus Migas baru efektif bekerja sejak 2 Januari 2019. Kita sudah kunjungi delapan kecamatan yang berdampak atau berdampingan langsung dengan proyek vital tersebut. Meliputi Syamtalira Aron, Nibong, Tanah Luas, Matangkuli, Pirak Timu, Paya Bakong, Cot Girek, Langkahan dan Lhoksukon," kata Zubir.

Zubir meanjutkan, "Banyak sekali persoalan, terutama meliputi aset. Di antaranya jalan, saluran pembuang yang mengganggu pertanian masyarakat dan tak kunjung dibersihkan. Serta aset-aset lain yang tidak terkelola dengan baik seakan-akan tidak ada yang memilikinya. Hal lain juga muncul seperti proses rekrutmen (perekrutan) baik staf maupun sekadar magang, dana CSR, dll".

"Yang paling fundamental adalah kajian-kajian tentang bagi hasil dan CSR. Tim pansus akan bekerja selama enam bulan ke depan," kata Wakil Ketua DPRK dari NasDem ini.

Ditanya langkah selanjutnya dari pansus sampai hasil akhir nantinya, Zubir mengatakan, "Tim pansus terus bekerja sampai pada tingkatan yang lebih tinggi. Kita akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak di Aceh Utara, dan akan kami sampaikan hasilnya nanti secara berjenjang ke pemerintah provinsi khususnya BPMA (SKK Migasnya Aceh), Pertamina selaku penanggung jawab, atau ke Kementerian ESDM bahkan ke Presiden kalau nanti memungkinkan".

"Ini adalah tuntutan hajat hidup masyarakat banyak. Sejak tahun 1974 masyarakat di sekitar objek vital menerima imbas sampai saat ini yang notabanenya dikelola oleh pemerintah kita sendiri tapi belum memberikan dampak atau hasil yang menggembirakan," kata Zubir.

Zubir menambahkan, output yang diharapkan dengan adanya pansus ini secara umum adalah mendorong pemerintah untuk memberi perhatian secara khusus dan berkepanjangan untuk daerah penghasil.

"Jangan seperti perusahaan tidak bertuan dan tidak memberikan syafaat kepada masyarakat khususnya daerah penghasil," tegas Zubir.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.