26 March 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ini Kata Zulfikar Sawang Soal Putusan Mahkamah Agung

...

  • Rino
  • 16 September 2018 21:20 WIB

Zulfikar Sawang. @Istimewa
Zulfikar Sawang. @Istimewa

BANDA ACEH - Putusan Mahkamah Agung (MA) membuat mantan narapidana korupsi boleh menjadi calon anggota legislatif. 

Baca juga: Putusan Mahkamah Agung: Mantan Napi Korupsi Boleh Maju Jadi Caleg

Kuasa Hukum Abdullah Puteh, Zulfikar Sawang, S.H., menyambut putusan MA itu dengan rasa syukur. Zulfikar menilai putusan MA tersebut menandakan hukum masih berlaku di Indonesia.

"Alhamdulillah, putusan judicial review MA yang membatalkan ketentuan dalam PKPU yang menyandera hak politik dan hak demokrasi warga negara, membuktikan bahwa hukum masih ada di negara ini," ujar Zulfikar kepada portalsatu.com, Minggu, 16 September 2018, siang.

Seperti diketahui, Abdullah Puteh sempat dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) sebagai bakal calon anggota DPD RI Pemilu 2019. KIP Aceh mencoret nama Abdullah Puteh dari daftar bakal calon anggota DPD lantaran Peraturan KPU RI Nomor 20 Tahun 2018 melarang mantan terpidana korupsi menjadi bacaleg.

Zulfikar menyebutkan, putusan MA itu menjadi dasar bagi KIP Aceh untuk menindaklanjuti putusan Panwaslih Aceh atas kliennya. "Dengan demikian, semakin tidak ada alasan bagi KIP Aceh dan KPU RI untuk tidak menindaklajuti putusan Panwaslih Aceh dengan memasukkan (kembali) Abdullah Puteh sebagai calon anggota DPD RI," tegas Zulfikar.

Sebelumnya, Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh memutuskan mengabulkan permohonan Abdullah Puteh untuk diterima oleh KIP Aceh sebagai bakal calon anggota DPD RI Pemilu 2019. 

Putusan itu dibacakan dalam sidang ajudikasi permohonan penyelesaian sengketa pemilu antara bakal calon anggota DPD RI, Abdullah Puteh selaku pemohon dan KIP Aceh sebagai termohon, di Kantor Panwaslih Aceh, Kamis, 9 Agustus 2018.[] 

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.