17 February 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ini Negara Pertama di Asia akan Legalkan Ganja

...

  • MERDEKA
  • 01 November 2018 21:00 WIB

Ilustrasi ganja. @merdeka.com/shutterstock/EpicStockMedia
Ilustrasi ganja. @merdeka.com/shutterstock/EpicStockMedia

Thailand akan menjadi negara pertama di Asia yang melegalkan ganja untuk keperluan medis. Negara tersebut juga akan memanfaatkan pasar ganja yang sedang berkembang.

Pejabat Thailand mengatakan saat ini rancangan undang-undang tersebut sedang berada di bawah pertimbangan dan kemungkinan besar akan disetujui. Ini akan menjadi perubahan cukup besar di negara yang dikenal memiliki UU perdagangan narkoba sangat ketat.

"Ganja akan dilegalkan untuk keperluan pengobatan saja, bukan untuk rekreasi," kata Ketua Komite Kesehatan Masyarakat dari Majelis Legislatif Nasional Thailand, Jet Sirathraanon, dikutip dari Time, Kamis, 1 November 2018.

Diharapkan dengan dilegalkannya penjualan ganja, Thailand bisa mengambil keuntungan dari industri yang tengah berkembang pesat ini. Selain itu, masyarakat pun bisa diuntungkan karena ganja merupakan salah satu obat alternatif yang menjanjikan bagi pasien penderita radang sendi, migrain, hingga kanker.

"Pelegalan ganja ini bisa membawa keuntungan bagi ekonomi Thailand dan memberi kesempatan bagi mereka yang membutuhkannya," kata Jet.

Pasar ganja dunia saat ini sedang berkembang. Bahkan dalam laporan diterbitkan Grand View Research, penjualan ganja bisa mencapai USD 55,8 juta (Rp 841,6 miliar) pada 2025 mendatang.

Jet berharap kesempatan ini bisa menangkap pangsa pasar senilai miliaran dolar dari 'ganja terbaik di dunia', mengingat Thailand selama ini dikenal sebagai salah satu eksportir terbesar ganja di dunia.

Jika RUU disahkan, maka Thailand akan bergabung dengan negara-negara lain yang juga melegalkan ganja untuk penggunaan medis, termasuk Australia, Jerman, Israel dan Kanada.

Sejauh ini penggunaan ganja masih ilegal di Thailand. Pengedar dan penjualnya masih harus menghadapi hukuman berat jika tertangkap pihak berwenang.

Penulis: Ira Astiana.[]Sumber: merdeka.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.