10 August 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ini Paparan Plt Bupati Aceh Selatan Saat Sosialisasi Pembauran Kebangsaan

...

  • portalsatu.com
  • 06 March 2020 00:45 WIB

Foto: Badan Kesbangpol Aceh
Foto: Badan Kesbangpol Aceh

TAPAKTUAN – Plt. Bupati Aceh Selatan melalui Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Percepatan Pembangunan Ir. H. Nurman DS., M.M., mangatakan bahwa kerukunan merupakan satu aspek penting yang harus kita jaga bersama. “Karena para pendiri bangsa ini telah sepakat mendirikan bangsa atas dasar kemajemukan, sehingga Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI dijadikan sebagai dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita”.

“Kemajemukan rentan terhadap konflik jika tidak dikelola dengan baik. Melalui kegiatan ini, mari kita semua sedapat mungkin memberikan pencerahan kepada masyarakat di lingkungan kita masing-masing,” ujar Nurman membacakan pidato Plt. Bupati, saat membuka sosialisasi Pembauran Kebangsaan Angkatan II digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Aceh, di Kabupaten Aceh Selatan, Kamis, 5 Maret 2020.

Tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut “Dengan Sosialisasi Pembauran Kebangsaan Kita Harapkan Tumbuh Kesadaran Saling Menghormati dan Menghargai Keragaman sebagai Anugrah Allah SWT”.

Nurman menyebutkan, mengendalikan konflik dengan kekerasan adalah sebuah keniscayaan, tidak ada tawar menawar dalam penanganan konflik. “Jadi pencegahan terhadap konflik adalah suatu kewajiban. Kewajiban tersebut bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi tanggung jawab kita semua”.

“Kemajemukan itu adalah anugerah Allah yang tidak dapat kita tolak. Yang pasti yang harus kita pahami bahwa semua makhluk ciptaan Allah bermanfaat, apalagi manusia yang diciptakan dengan berbagai macam keragaman,” tuturnya.

Nurman melanjutkan, “Alhamdulillah sampai sekarang tidak pernah terjadi konflik SARA di Aceh Selatan, dan kita semua tentu berharap di masa depan juga tidak terjadi”.

Plt. Bupati berharap ada tindak lanjut dari seluruh peserta sosialisasi itu. “Marilah menjadi agen perubahan dalam membangun kembali rasa dan nuansa kebangsaan dalam menciptakan kondisi yang kondusif agar pembangunan dapat berjalan dengan baik,” ucapnya.

Menurut Nurman, Plt. Bupati menyambut baik dilaksanakannya sosialisais itu dengan harapan tercipta wahana pertukaran informasi dan menambah wawasan berkaitan dengan pembauran kebangsaan di Kabupaten Aceh Selatan.

“Berbicara pembauran maka tidak terlepas dari nilai-nilai kebangsaan yang diperkuat empat pilar utama sebagaimana  telah diletakkan oleh para pendiri bangsa  (the founding father), yaitu, pertama  adalah Pancasila sebagai dasar negara. Pancasila telah menjadi pondasi tegaknya negara, bangsa, sebagai falsafah atau  pandangan hidup. Pancasila merupakan prinsip dan nilai-nilai kehidupan  kemasyarakatan kita. Sebagai idiologi, Pancasila merupakan arah dan tujuan dari kehidupan berbangsa dan bernegara,” tuturnya.

Kedua, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, yakni konstitusi negara dan dasar bagi seluruh sistem nasional kita termasuk sistem pemerintahan, sistem politik, sistem ekonomi, sistem ketatanegaraan dan berbagai sistem lainnya.

Ketiga, Bhineka Tunggal Ika, ini merupakan semboyan sekaligus prinsip negara, yang menegaskan aspek keragaman bangsa dalam satu kesatuan bangsa. Kita tidak boleh memaknai Bhineka Tunggal Ika sebatas semboyan belaka, melainkan mengamalkannya dalam cara pandang kita akan keragaman budaya, etnis, suku maupun agama.

Keempat, Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang merupakan sebuah konsepsi tentang keberadaan negara dalam konteks kewilayahan, sebagaimana juga telah ditegaskan dalam UUD 1945 pasal 37 ayat 5 bahwa khusus mengenai bentuk negara tidak dapat dilakukan perubahan.

Beranjak dari keempat pilar tersebut setiap warga negara berkewajiban memelihara kerukunan. Paling sedikit terdapat dua aspek penting dari kerukunan, yaitu: kerukunan yang berbasis di bidang keagamaan, dan kerukunan di bidang suku, ras dan etnis serta adat istiadat.

“Sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kita untuk  memelihara hubungan antarsuku, ras, dan etnis serta adat istiadat mulai dari strata yang tinggi yaitu gubernur sampai ke level  terendah yaitu kepala desa. Kepala desa merupakan aparat yang bersentuhan langsung dengan kepentingan orang banyak baik di bidang suku, ras, etnis, budaya maupun  adat istiadat”.

“Saya berharap kepada para tokoh yang hadir agar dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, hindari terjadinya gesekan yang menimbulkan disharmoni dalam kehidupan beragama. Jalin komunikasi yang intensif  baik vertikal maupun horizontal sampai masyarakat paling bawah karena disharmoni dalam kehidupan bermasyarakat akan bermuara pada macetnya pelaksanaan roda pemerintahan dan menghambat pembangunan,” ujar Nurman .

Nurman juga mengharapkan agar kegiatan sosialisasi pembauran kebangsaan pada hari ini tidak berakhir sampai di sini, tetapi ada tindak lanjut  dari kita semua  guna terciptanya kedamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara  di Kabupaten Aceh Selatan.

Kepala Badan Kesbangpol Aceh, Drs. Mahdi Efendi pada kesempatan itu mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Aceh Selatan turut aktif dalam menjaga perdamaian yang telah tercipta. “Persatuan dan kesatuan yang telah diwarisi oleh para pendiri bangsa kita harus kita jaga bersama,” tuturnya.

Kepala Badan Kesbangpol Aceh juga menyampaikan bahwa aktivitas perekonomian sangat terkait dengan stabilitas keamanan dan politik. Jika keamanan tidak terjamin dan politik tidak stabil, maka dapat dipastikan pembangunan itu terhambat. “Oleh karena itu mari kita dukung pembangunan dengan menjaga ketertiban dan ketentraman dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Mahdi efendi.[](adv)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.