10 April 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ini Pengakuan Tersangka Pengedar Uang Palsu di Aceh Utara

...

  • Fazil
  • 25 February 2020 16:00 WIB

Foto: Fazil/portalsatu.com
Foto: Fazil/portalsatu.com

LHOKSEUMAWE - Dua tersangka pengedar uang palsu berinisial RD (masih di bawah umur) dan MS (19), warga Gampong Matang Keutapang, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, ditangkap tim Satreskrim Polres Lhokseumawe. Keduanya mengaku sudah dua kali melakukan transaksi uang palsu tersebut.

"Saya mendapatkan uang palsu itu dari IB (tersangka masuk daftar pencarian orang/DPO) di Pante Panah, Kecamatan Pante Bidadari, Aceh Timur, sudah dua kali beli barang dengan uang itu. Saya tahu uang palsu itu dari teman (RD)," kata MS kepada para wartawan di Mapolres Lhokseumawe, Selasa, 25 Februari 2020.

Sementara RD mengak mengetahui uang palsu dari IB. "Saya tahu saat diberikan langsung dan dikatakan oleh IB bahwa ini uang palsu. Saya mendapatkan uang palsu itu senilai Rp1,4 juta untuk membelanjakan barang-barang begitu". 

"Setelah mendapat uang kembalian (uang asli dari kios-kios), saya serahkan kepada IB. Misalnya, uang kembalian itu dapat sekitar Rp1 juta yang diserahkan untuk IB, itu saya diberikan uang asli dari hasil membeli barang di kios oleh IB Rp500 ribu," ujar RD.

Diberitakan sebelumnya, tim Satreskrim Polres Lhokseumawe menangkap dua tersangka pengedar uang palsu berinisial RD dan MS (19) di kawasan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, 23 Februari 2020.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan didampingi Kasat Reskrim AKP Indra T. Herlambang mengatakan, tersangka RD dan MS telah melakukan transaksi menggunakan uang palsu di Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, berupa uang pecahan Rp20 ribu. Seorang tersangka lagi sebagai pemberi uang palsu kepada kedua tersangka tersebut berinisial IB (30), warga Gampong Pante Panah, Kecamatan Pante Bidadari, Aceh Timur, masih buron dan sudah dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Mulanya tersangka RD mendapatkan uang palsu pecahan Rp20 ribu itu dari tersangka IB, kemudian RD mengajak tersangka MS untuk membelanjakan uang palsu tersebut dengan tujuan mendapatkan kembalian uang asli sebagai keuntungan. Dan keuntungan itu dijanjikan oleh IB akan dibagikan hasil dari pembelanjaan menggunakan uang palsu tersebut," kata Ari Lasta Irawan saat konferensi pers di Mapolres setempat, Selasa, 25 Februari 2020.

Menurut Ari Lasta, peran RD mengambil uang palsu di rumah IB dan kemudian membelanjakan di kios-kios dengan cara membeli makanan, minuman, dan BBM eceran. Sehingga RD mendapatkan kembalian uang asli dari hasil pembelian menggunakan uang palsu tersebut.

Sedangkan tersangka MS, lanjut Ari Lasta, membawa sepeda motor dan menerima perintah dari RD untuk berhenti di kios-kios, yang akan dilakukan pembelian menggunakan uang palsu itu.

Indra menambahkan, setelah kedua tersangka (RD dan MS) mendapatkan uang palsu itu dari IB di Aceh Timur, lalu mereka membawa pulang uang tersebut ke Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara. Lalu, tersangka membeli makanan, minuman, rokok, dan lainnya dengan harga rendah menggunakan uang palsu pecahan Rp20 ribu di kios-kios kawasan itu untuk mendapatkan uang kembalian.

"Berdasarkan pengakuan kedua tersangka tersebut, transaksi uang palsu itu sudah dilakukan dua kali sejak awal tahun 2020 sebelum mereka ditangkap. Sehingga salah seorang pemilik toko atau kios merasa curiga, maka melaporkan kejadian itu kepada polisi dan kemudian kita melakukan pengejaran hingga berhasil mengamankan tersangka tersebut di kawasan Bayu," ujar Indra.

Namun, kata Indra, saat dilakukan pengembangan ke Aceh Timur ternyata si pemberi uang palsu itu, IB, sudah tidak ada di tempat. Tapi pihaknya tetap akan melakukan pengejaran sampai berhasil ditangkap tersangka IB tersebut. 

"Untuk jumlah uang palsu pecahan Rp20 ribu yang diperoleh tersangka RD dan MS itu ada 55 lembar. Pertama sekali mereka melakukan transaksi uang palsu itu awal tahun 2020 di daerah Langsa, dan kedua di Syamtalira Bayu, Aceh Utara," kata Indra.

Indra menjelaskan, secara fisik uang palsu pecahan Rp20 ribu itu tidak terlihat pita pengamannya, sangat berbeda dengan uang asli. Kemudian pada uang itu tidak ada gambar tembus pandangnya.

Menurut dia, barang bukti diamankan 55 lembar uang pecahan Rp20 ribu diduga uang palsu, 20 lembar uang pecahan Rp10 ribu (uang asli hasil kembalian dari transaksi), 57 lembar uang asli pecahan Rp5 ribu, 15 lembar uang asli pecahan Rp2 ribu, 5 lembar uang asli pecahan Rp5 ribu, satu sepeda motor merk honda vario warna merah BL 6384 DAV, dan satu tas sandang warna coklat

Akibat perbuatannya kedua tersangka dijerat Pasal 36 Ayat (3) Jo Pasal 26 Ayat (3) UU RI Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang Subs UU RI Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak Subs Pasal 55 KUHPidana. Ancaman pidana paling lama 15 tahun penjara dan pidana denda paling banyak Rp50 miliar.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.