20 June 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid
Ini Penjelasan Kepala BPBA Tentang Plt. Gubernur Aceh ke Palu Hingga Soal Tim Advance

...

  • Fazil
  • 12 February 2019 15:30 WIB

Foto: dok. BPBA
Foto: dok. BPBA

SULAWESI - Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, dijadwalkan melakukan peletakan batu pertama pembangunan kembali Masjid Jami' Nurul Hasanah Kota Palu, Sulawesi Tengah, 13 Februari 2019. Masjid itu akan dibangun dengan dana sumbangan masyarakat Aceh, para SKPA dan donatur lainnya mencapai Rp3,37 miliar lebih.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), H. Teuku Ahmad Dadek, S.H., dikonfirmasi portalsatu.com, Selasa, 12 Februari 2019 pagi, menjelaskan, Plt. Gubernur Aceh dijadwalkan tiba di Palu, Selasa sore. Keesokan harinya (Rabu), Plt. Gubernur Aceh menuju lokasi pembangunan Masjid Jami' Nurul Hasanah Kota Palu, direncanakan disambut Wali Kota Palu, Camat, Lurah, dan tokoh masyarakat setempat.

Plt. Gubernur Aceh kemudian akan mendengarkan penjelasan side plan oleh konsultan/kontraktor pembangunan Masjid Jami' Nurul Hasanah Kota Palu. Setelah itu, sekitar pukul 09.10-11.30 WIB Plt. Gubernur Aceh mengikuti acara peletakan batu pertama pembangunan Masjid Jami' Nurul Hasanah.

Dijadwalkan, Plt. Gubernur Aceh juga akan meninjau lokasi-lokasi yang terkena bencana gempa dan tsunami Palu.

"Update donasi Palu pada 11 Februari 2019, dana di bank Rp. 2.876.201.972 dan Disdik Rp. 500.000.000, dan ditrasnfer semuanya Rp. 3.376.201.973. Untuk pembangunan masjid di Palu ini merupakan sumbangan dari masyarakat Aceh, para SKPA serta elemen masyarakat lainnya," kata Ahmad Dadek melalui pesan WhatsApp.

Dadek mengaku ia adalah orang terdepan yang menjaga semua dana sumbangan umat untuk pembangunan masjid tersebut. "Untuk persiapan acara peresmian masjid, Alhamdullilah masyarakat di sini (Palu) secara swadaya menyiapkan acara peletakan batu pertama tersebut. Saya mengajukan bantuan dana (untuk acara persiapan, red) bahkan mereka tidak mau," ujarnya.

Dadek mengaku dirinya selaku ketua pengumpul dana dan Kadis Sosial Aceh menjadi wakil ketua. "Dan pengumpul dana dari PKH mereka pergi (ke Palu) dengan menggunakan dana masing-masing. Sumbangan dana itu seluruhnya untuk pembangunan masjid," kata Kepala BPBA ini.

Tim Advance

Ditanya berapa jumlah anggota tim advance dari Pemerintah Aceh yang berangkat ke Palu, Dadek menyebutkan, yang ikut ke sana termasuk dirinya selaku Kalak BPBA, Kadis Sosial Aceh, Alhudri, dan Kadis Perumahan dan Permukiman (Perkim) Aceh. "Kadis Perkim mereka membahas dana dan Detail Engineering Design (DED)," katanya.

"(Jumlah tim) Karo Humas yang (data di) daftar kemarin itu hanya draf," ujar Dadek.

Dadek mengaku ia tidak bisa hitung berapa jumlah tim advance secara keseluruhan. "Saya belum ketemu tim humas. Baru sampai tim saya tiga orang, saya dan kabid. Saya yang mengurus DED dan RAB serta staf saya ahli kontrak. Sedangkan Kadis Sosial Aceh, saya tidak tahu siapa yang dibawa masing-masing SKPA, dan Kadis Perkim juga belum kelihatan," katanya.

Menurut Dadek, donatur besar yakni Wakil Bupati Pidie turut hadir. Selain itu, Ketua FPRB Bank Aceh juga ingin menyerahkan bantuan ke Bank Sulawesi Tengah.

"Kadis Disdik mau umrah, dan beliau juga penyumbang terbesar," ujar Dadek.

Menurut Dadek, tugas tim advance selama di Palu memastikan persiapan tempat dan kesiapan pembangunan masjid, membahas DED dan RAB dengan pelaksana serta melibatkan pemda dan masyarakat setempat.

"Dan sebagian donatur mau melihat kemana dana mereka digunakan, terutama yang jumlah dana besar seperti Pidie. Mereka ingin bangun sendiri masjid, namun saya ajak mereka bergabung ke prop (Pemerintah Aceh), dan mereka minta menyaksikan peletakan batu pertama masjid. Saya juga memastikan penandatanganan kontrak dengan rekanan bersama Kadis Sosial," ujar Dadek.

Dadek menambahkan, berdasarkan informasi bahwa ada SKPA yang turut diundang ke Palu oleh pihak kementerian terkait untuk rapat koordinasi. "Seperti dua pekan lalu saya diundang ke Lombok oleh Kaban BNPB yang baru, saya juga sempatkan lihat masjid di sana," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Palu, Sulawesi Tengah, 12-13 Februari 2019. Kunker itu untuk menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan kembali Masjid Jami' Nurul Hasanah Kota Palu.

Berdasarkan data jadwal kunker Plt. Gubernur Aceh ke Palu diperoleh portalsatu.com, rombongan tim advance dari Pemerintah Aceh berangkat ke Palu lebih dahulu pada 10 Februari 2019. Dalam data itu tertulis total sementara rombongan tim advance mencapai 24 orang. Mulai dari Asisten II, Kepala BPBA, Kadis Sosial, Kadis Perkim, Kadis Syariat Islam, Kadis Pendidikan, Kadis Pangan, Kadis DPMG, Karo Humas, hingga Kepala BKA. Menurut data itu, paling banyak dari Biro Humas, yakni 6 orang.

Total sementara rombongan itu belum termasuk tim asistensi dan rombongan Plt. Gubernur Aceh. Banyaknya anggota tim advance menimbulkan tanda tanya. Pasalnya, jika sebanyak itu yang berangkat ke Palu akan menelan dana perjalanan dinas cukup besar.

Kepala Biro Humas dan Protokoler Setda Aceh, Rahmad Raden, membenarkan kunker Plt. Gubernur Aceh ke Palu, 12-13 Februari. "Iya, benar, Pak Plt. akan ke Palu untuk peletakan batu pertama pembangunan masjid," ujar Rahmad menjawab portalsatu.com melalui pesan WhatsApp, Ahad, 10 Februari 2019, sore

"Tapi soal tim advance sebanyak 24 orang saya kurang tahu," kata Rahmad.

Ditanya lagi, dirinya sebagai Karo Humas juga ikut dan sebenarnya berapa orang tim advance yang ditugaskan ke Palu, Rahmad mengatakan, "Saya rencana ikut. Tapi setiap kunker pimpinan memang Biro Humas dan Protokol selaku mendampingi. Terkait liputan dan penyiapan secara protokoler".

"Saya kebetulan juga ada rakor kehumasan yang dilaksanakan Kementerian Dalam Negeri di Jakarta. Acaranya besok hari Senin. Selesai rapat saya nyusul ke Palu," ujar Rahmad.(Baca: Rencana Kunker Plt. Gubernur Aceh ke Palu, Berapa Orang Tim Advance?)[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.