22 November 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ini Penjelasan Monster Scuba Terkait Tuduhan Pengrusakan Terumbu Karang

...

  • portalsatu.com
  • 06 November 2019 09:50 WIB

Kuasa hukum Monster Scuba menyampaikan klarifikasi [foto: IST]
Kuasa hukum Monster Scuba menyampaikan klarifikasi [foto: IST]

PT Monster Scuba Diving Center melalui kuasa hukumnya melakukan klarifikasi terhadap tuduhan pengrusakan terumbu karang di Gapang, Kota Sabang.

BANDA ACEH – Klarifikasi disampaikan tiga kuasa hukum Monster Scuba, Fadjri, Hermanto dan Murtada di Banda Aceh, Selasa, 5 November 2019. Menurut mereka, kegiatan pembersihan yang dilakukan Monster Scuba berada di luar zona konservasi. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya membersihkan pantai Gapang untuk kepentingan masyarakat dan turis-turis yang berkunjung, serta sebagai dukungan destinasi wisata Kota Sabang.

“Setelah dilakukan kegiatan pembersihan bawah air oleh klien kami, lokasi tersebut telah dimanfaatkan oleh masyarakat berenang dan nelayan yang memarkirkan kapalnya, bagi klien kami ini adalah ikhtiarnya untuk mewujudkan destinasi wisata pantai sabang yang indah,” jelasnya.

Selain itu, sebelum melakukan kegiatan pembersihan pantai, Monster Scuba juga telah terlebih dahulu berkonsultasi dan berkoordinasi dengan masyarakat sekitar, kepala lorong, panglima laot, keuchik termaksud BKSDA di desa Iboih.

“Pada saat melakukan pemberishan di lokasi tersebut juga diawasi oleh Keuchik dan BKSDA. Lokasi pembersihan yang dilakukan klien itu berada di depan tempat usaha klien kami di atas tanah masyarakat setempat yang disewa, bahkan di lokasi tersebut juga dipadati tempat usaha milik masyarakat lokal seperti penginapan dan penyewaan snokling, dengan demikian pembersihan ini bukan semata-mata hanya untuk kepentingan pribadi melainkan untuk kepentingan bersama, sehingga tidak ada masyarakat yang keberatan karena pembersihan ini juga membawa keuntungan langsung bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Konsultasi dan Koordinasi yang dilakukan tidak hanya melalui lisan, namun juga melalui surat Nomor 15/MSDC/X/2019 tertanggal 25 Oktober 2019 perihal permohonan pembersihan pantai yang ditujukan kepada Keuchik Gampong Iboih, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang dan surat izin serta izin yang dikeluarkan keuchik Gampong Iboih, melalui surat Nomor 658.1/592/2019 tertanggal 25 Oktober 2019 perihal Pemberian Izin Pembersihan pantai yang juga ditembuskan kepada Dinas Lingkungan Hidup Kota Sabang, Panglima Laot Lhok Iboih, Ulee Jurong Gapang, Ketua Wisata Iboih, Ketua Tuha Peut.

Sementara terkait foto yang beredar di media sosial dan media online berupa foto beko/alat berat yang sedang beroperasi, pihanya menegaskan bahwa foto tersebut bukanlah foto di lokasi saat pekerjaan oleh Monster Scuba, tapi foto pekerjaan di tempat lain yang berdampingan dengan lokasi Monster Scuba.

“Perlu juga kami sampaikan bahwa dilokasi pembersihan tidak ada terdapat terumbu karang ikan, dan kami pertegas bahwa dalam pekerjaan pembersihan tersebut juga klien kami juga tidak memasukan benda lain dari luar seperti semen, batu, ke dalam ataupun mengeluarkan benda-benda dan terumbu karang dari dalam laut keluar; melainkan hanya memindahkan ke samping agar tertata dengan rapi,” tegasnya.[rilis]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.