21 August 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ini Pernyataan Forum Aktivis 98 Aceh Menyikapi Perkembangan Sosial Politik Terkini

...

  • PORTALSATU
  • 28 June 2019 17:55 WIB

Taufik Abdullah. Foto dok. portalsatu.com
Taufik Abdullah. Foto dok. portalsatu.com

BANDA ACEH - Sejumlah aktivis tergabung dalam Forum Aktivis 98 Aceh mengadakan Round Table Meetting menyikapi perkembangan situasi sosial politik terkini, di Abu Master Kupi, Lambhuek, Banda Aceh, Jumat, 28 Juni 2019.

"Berbagai fenomena dan dinamika baik dalam konteks lokal di Aceh maupun konteks nasional menjadi isu diskusi. Stressing diskusi tertutup di antara para mantan aktivis ini membicarakan sengketa Pilpres pasca-Keputusan MK, dan eksistensi 14 tahun damai Aceh," ujar Taufik Abdullah, M.A., Juru Bicara Forum Aktivis 98 Aceh, dalam keterangannya diterima portalsatu.com, Jumat sore. 

Berikut lima poin pernyataan Forum Aktivis 98 Aceh, disampaikan melalui Taufik Abdullah: 

1. Forum Aktivis 98 Aceh dapat menerima Keputusan Mahkamah Konstitusi terkait sengketa Pilpres 2019. Seterusnya mengapresiasi sikap patriotik Prabowo-Sandi sebagai negarawan, karena keduanya kita pandang telah berupaya memperkuat demokrasi, undang-undang dan sistem pemilu di Indonesia di masa akan datang. Catatan kritis dalam Keputusan Mahkamah Konstitusi kiranya menjadi acuan yang kontsruktif dalam memperbaiki tatanan demokrasi secara subtansial maupun secara prosedural.

2. Kami menilai pelaksanaan Pemilu Serentak tidak efektif, berpotensi memunculkan pembelahan sosial politik warga negara, kerentanan secara psikis maupun psikologis, bahkan berdampak tragis jatuhnya korban jiwa bagi penyelenggara Pemilu. Karena itu, Pilpres dan Pileg sebaiknya dipisahkan agar asas Pemilu jurdil, bebas, umum, rahasia dan demokratis dapat terlaksana sebagaimana mestinya. Kemudian, masa jabatan Presiden dan Wakil Presiden dibatasi satu periode dengan masa jabatan 6 tahun. Dengan begitu, polarisasi konflik kepentingan dapat dicegah, disintergrasi sosial politik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dapat diatasi, serta oligarkhi partai politik yang berpotensi menghancurkan sendi-sendi demokrasi segera bisa diamputasi. 

3. Ke depan kami menekankan kontestasi dan sirkulasi kekuasaan melalui Pemilu dapat berlangsung lebih beradab, bermartabat dan demokratis demi terciptanya keamanan dan pertahanan nasional. Berbagai dampak buruk pada Pemilu kali ini kiranya tidak berulang kembali agar kepaduan pembangunan yang berkelanjutan dapat berlangsung melalui kepemimpinan yang kuat, sinergis dan harmonis. Demi keberlangsungan pembangunan Indonesia yang adil makmur kita berharap Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Kiyai Ma’ruf Amin kiranya mengakomodasi secara legal dan berani gagasan brilian visi misi maupun program aksi pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Kepada Tim 01 dan Tim 02 kiranya dapat menjaga suasana sosial politik lebih damai, santun serta senantiasa kritis menyikapi berbagai fenomena kebangsaan yang mengeliat secara bermoral dan beretika. 

4. Terkait dinamika politik lokal di Aceh, kami berpendapat bahwa peace building proses perlu evaluasi secara kritis. Jelang momentum 14 tahun damai Aceh, para aktivis 98 berharap pemerintahan Aceh, baik pimpinan eksekutif maupun legislatif agar segera bersikap. Para pihak, baik partai nasional dan lokal, serta segenap elemen masyarakat Aceh agar menyadari usia perdamaian Aceh belum berlangsung legitimed dan konstitusional dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Implementasi MoU Helsinki dan UUPA belum terealisasi sepenuhnya, serta belum menjamin sepenuhnya kepastian hukum dan kepastian politik. Diperlukan rekomitmen dan rekonsensus sebagai satu keniscayaan. 

5. Menyambut hari lahirnya perdamaian Aceh ke-14 tahun ini, berharap Lembaga Wali Nanggroe perlu memfasilitasi para pihak untuk membicarakan tantangan dan hambatan, serta langkah-langkah kongkret penyelesaian kewenangan Aceh sesuai MoU Helsinki dan UUPA. Forum ini sangat mendukung penguatan Lembaga Wali Nanggroe agar berperan lebih konstruktif. Diharapkan mampu menjaga stabilitas politik dan perdamaian seutuhnya. Disamping itu, mampu menjadi pengayom eksekutif dan legislatif dalam mengawal pembangunan, serta menjadi pembina pelestarian adat budaya yang berlandaskan nilai-nilai Syariat Islam.

"Perlu kami tegaskan bahwa Forum Aktivis 98 Aceh ini bukan forum yang berafiliasi dengan Timses 01 Jokowi Ma’ruf dan juga bukan afiliasi dengan Timses 02 Prabowo Sandi," ujar Taufik Abdullah.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.