26 April 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ini Reaksi Bos Krakatau Steel Soal Anak Buahnya Ditangkap KPK

...

  • LIPUTAN6
  • 23 March 2019 11:30 WIB

PT Krakatau Steel. Foto liputan6.com
PT Krakatau Steel. Foto liputan6.com

JAKARTA - Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk (KRAS), Silmy Karim, menyatakan, mendukung penegakan hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Respons Silmy itu terkait langkah KPK menangkap salah satu direktur PT Krakatau Steel Tbk dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), Jumat, 22 Maret 2019.

Silmy mengaku prihatin, sebagai pemimpin tertinggi di Karakatau Steel, ada anak buahnya yang diduga terlibat praktik pelanggaran hukum, sehingga ditangkap KPK. "Saya prihatin dan menyesalkan ada anggota saya," kata Silmy, seperti dilansir liputan6.com, Sabtu, 23 Maret 2019.

Silmy mengatakan, asas praduga tak bersalah memang harus ditegakkan. Dia pun menghormati proses hukum dan mendukung upaya KPK dalam menegakan hukum. "Kita harus hormati proses hukum.  Kita dukung KPK dalam upaya penegakkan hukum," tutur dia.

Silmy menyatakan, sejak masuk BUMN telah berkomitmen untuk menegakkan good corporate governance (GCG), membangun profesionalisme dan praktik manajemen yang bebas dari konflik kepentingan. "BUMN adalah Badan Usaha Milik Negara yang harus dijaga dari intervensi dan upaya pelemahan, termasuk pelemahan karena praktik korupsi," ujar dia.

Deretan fakta

KPK menangkap tangan direktur PT Krakatau Steel lewat operasi senyap, Jumat. "Ya benar, tadi sore sekitar pukul 18.30 WIB tim KPK memang menemukan adanya dugaan transaksi pemberian uang pada salah satu Direktur BUMN dari pihak swasta," kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan, Jumat malam.

Penangkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat tentang adanya rencana pemberian suap kepada direktur Krakatau Steel.

Berikut deretan fakta OTT KPK terhadap direktur Krakatau Steel:

Sita sejumlah uang

Dalam OTT tersebut, direktur PT Krakatau Steel diduga telah menerima suap dari pihak swasta yang pernah berkepentingan dengan salah satu proyek di BUMN. Bersama pelaku, KPK pun menyita sejumlah uang.

KPK juga menduga uang tersebut bukanlah yang pertama kali diberikan. Sebelum OTT diperkirakan ada uang tunai yang telah diterima direktur Krakatau Steel. "Diduga sebagian uang telah diberikan secara cash dan yang lainnya menggunakan sarana perbankan," kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan, Jumat.

Untuk besaran total uang yang diamankan, KPK mengaku belum bisa merinci berapa besarannya.

Terkait proyek penelitian

Sementara itu, menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, pihak swasta yang diduga memberikan suap kepada direktur PT Krakatau Steel merupakan perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor. Dia pernah terlibat proyek penelitian dengan BUMN itu.

"Dalam hal ini pihak kontraktor yang kami indikasikan sebelumnya pernah punya kerja sama dalam penelitian proyek dengan BUMN tersebut. Jadi, kaitan kepentingannya sejauh ini terkait dengan hal itu," ucap Febri.

Ditangkap di rumah

BSD City, Tangerang Selatan, Banten adalah lokasi tertangkapnya direktur Krakatau Steel. Dia ditangkap pada pukul 18.30 WIB. "Kalau lokasi di BSD City, di rumah direktur tersebut," kata Febri di gedung KPK, Jakarta, Jumat, seperti  dilansir Antara.

KPK juga mengamankan tiga orang lainnya yang belakangan diketahui pegawai PT Krakatau Steel dan pihak swasta. Penangkapan tersebut tidak hanya dilakukan kawasan BSD City, tapi juga di Jakarta.

"Jadi, ada kegiatan tim di Jakarta dan Tangerang Selatan tepatnya di BSD City. Kami amankan total empat orang," kata Febri.

Status hukum

Soal status hukum direktur PT Krakatau Steel, rencananya, Sabtu (23/3/2019) sore ini, KPK akan menjelaskannya usai dilakukan pemeriksaan terhadap keempat pelaku atas dugaan suap terkait proyek penelitian. "KPK memiliki waktu maksimal 24 jam untuk menentukan status hukum dari pihak-pihak yang diamankan tersebut," ujar Basaria, Jumat/kemarin.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono/Maria Flora.[]Sumber: liputan6.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.