19 July 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia

Terkait PT EMM
Ini Surat Plt. Gubernur Aceh Kepada Menteri ESDM Tentang Pencabutan Rekomendasi Gubernur NAD

...

  • PORTALSATU
  • 23 April 2019 14:50 WIB

Surat Plt. Gubernur kepada Menteri ESDM. Foto: dok. /istimewa
Surat Plt. Gubernur kepada Menteri ESDM. Foto: dok. /istimewa

BANDA ACEH – Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mencabut Rekomendasi Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Nomor 545/12161 tanggal 8 Juni 2006 tentang Pemberian Rekomendasi Kuasa Pertambangan Eksplorasi kepada PT Emas Mineral Murni atau EMM.

Hal tersebut ditegaskan Plt. Gubernur Aceh dalam surat Nomor: 545/6320 perihal Pencabutan Rekomendasi Gubernur NAD No. 545/12161, yang ditujukan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tanggal 18 April 2019.

Berikut selengkapnya isi surat Plt. Gubernur Aceh kepada Menteri ESDM, diperoleh portalsatu.com, 23 April 2019:

1. Sehubungan dengan penyampaian aspirasi masyarakat Aceh pada 9 s.d 11 April 2019 tentang tuntutan pencabutan Rekomendasi Kuasa Pertambangan Eksplorasi PT Emas Mineral Murni (EMM) kepada Pemerintah Aceh dapat kami sampaikan bahwa:

a. Dewan Perwakilan Rakyat Aceh dengan Keputusannya Nomor 29/DPRA/2018 tentang Izin Usaha Produksi PT Emas Mineral Murni di Kecamatan Beutong dan Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang Kabupaten Nagan Raya serta di Kecamatan Celala dan Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah yang menyatakan bahwa izin usaha pertambangan operasi produksi yang dikeluarkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia (BKPM RI) Nomor 66/1/IUP/PMA/2017 tanggal 19 Desember 2017 bertentangan dengan kewenangan Aceh sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 dan merekomendasikan kepada Kepala BKPM RI untuk mencabut/membatalkan izin tersebut yang diberikan kepada PT Emas Mineral Murni untuk melakukan eksploitasi di Kecamatan Beutong dan Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang Kabupaten Nagan Raya serta di Kecamatan Celala dan Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah;

b. Bupati Nagan Raya dengan suratnya Nomor 180/54/2018 tanggal 2 Oktober 2018 perihal Mohon Penyelesaian Permasalahan PT EMM Beutong Ateuh Banggalang, mengharapkan kepada kami untuk memediasi, memfasilitasi dan mengevaluasi kembali seluruh izin PT EMM agar keseluruhan permasalahan tersebut dapat diselesaikan secara komprehensif di kemudian hari;

c. Untuk menjaga kelestarian dan keseimbangan ekosistem lingkungan hidup di wilayah eksplorasi dan eksploitasi tambang oleh PT EMM di Kabupaten Nagan Raya dan Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, agar izin Nomor 66/1/IUP/PMA/2017 tanggal 19 Desember 2017 yang dikeluarkan BKPM RI untuk ditinjau kembali;

2. Berkenaan dengan hal tersebut di atas, dengan ini kami mencabut Rekomendasi Gubernur Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Nomor 545/12161 tanggal 8 Juni 2006 tentang Pemberian Rekomendasi Kuasa Pertambangan Eksplorasi kepada PT EMM.

Kepala Biro Humas Setda Aceh, Rahmad Raden, dikonfirmasi portalsatu.com, 23 April 2019, membenarkan Plt. Gubernur Aceh sudah mencabut Rekomendasi Gubernur NAD tersebut dengan menyurati Menteri ESDM.

Diberitakan sebelumnya, Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menandatangani surat pernyataan tentang imbauan tolak tambang PT EMM. Hal itu dilakukan Nova usai berdialog secara terbuka dengan massa mahasiswa yang berunjuk rasa di halaman Kantor Gubernur Aceh di Banda Aceh, Kamis, 11 April 2019, sore.  

Adapun bunyi surat pernyataan tentang imbauan tolak tambang (PT EMM), “Dalam rangka menindaklanjuti imbauan aliansi lembaga dan ormas yang tergabung dalam Korps Barisan Pemuda Aceh (BPA) dan turut memperhatikan: Suara rakyat Aceh terhadap penolakan tambang di Beutong Kabupaten Nagan Raya dan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah".

"Telah melanggarnya kekhususan Aceh. Dampak akibat keberadaan PT EMM yaitu meningkatnya bencana ekologis yang ditimbulkan dari aktivitas pertambangan, mengancam sumber-sumber kehidupan masyarakat akibat menurunnya kualitas air, serta mengancam kekayaan keanekaragaman hayati yang berada di wilayah usaha pertambangan”.

“Tuntutan terhadap Kementerian ESDM untuk mencabut izin PT EMM yang tak kunjung diindahkan. Maka untuk menjaga marwah Aceh, kami meminta Plt. Gubernur siap menandatangani pernyataan di bawah ini. 1. Saya Plt. Gubernur Aceh siap melakukan gugatan melalui Pemerintah Aceh sebagai bentuk mempertahankan kekhususan Aceh dan membela rakyat Aceh; 2. Saya Plt. Gubernur Aceh siap menerbitkan rekomendasi pencabutan izin PT Emas Mineral Murni (EMM); 3. Mengutuk tindakan pemerintah pusat yang tidak menghormati kekhususan Aceh yang dihasilkan dari butir-butir perdamaian antara Aceh dan Indonesia; dan 4. Plt. Gubernur Aceh siap membuka dan mengecam dalang di balik berdirinya PT EMM di Bumi Aceh".

"Demikian pernyataan ini dengan penuh kesadaran dan juga merupakan kehendak masyarakat Aceh. Apabila pernyataan ini saya khianati saya siap untuk turun dari jabatan saya,” ucap Nova membacakan surat pernyataan tersebut.(Baca: Ucapkan 'Bismillahirrahmanirrahim', Plt. Gubernur Aceh Teken Pernyataan Tolak PT EMM)

Sementara itu, mahasiswa di Aceh Barat menggelar musikalisasi puisi di trotoar jalan depan Kantor Bupati setempat, Sabtu, 20 April 2019, malam. Aksi ini sinambung gerakan menolak keberadaan PT EMM di Aceh. Perusahaan tersebut diminta angkat kaki dari Aceh, bukan hanya dari Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya.

"Pindahnya barak pekerja PT EMM dari Beutong Ateuh ke Beutong Bawah, itu bukan sebuah tanda selesainya masalah PT EMM. Eksploitasi di Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Tengah tetap dilakukan," kata penanggungjawab aksi, Fandi, kepada portalsatu.com, Sabtu malam lalu.

Sebagaimana diketahui, perusahaan tersebut mengambil sikap hengkang dari tanah para aulia setelah penandatanganan pernyataan di atas materai, Kamis, 11 April lalu, atas desakan warga.

"Jangan karena surat tersebut, kita diam. Intinya, tetap pada tuntutan yang pertama: angkat kaki dari Aceh," imbuh Fandi.(Baca: Tolak PT EMM, Mahasiswa Aceh Barat Gelar Musikalisasi Puisi)[](idg)

Lihat juga: 

Tanggapan Mereka Soal Surat Pernyataan PT EMM

Mahasiswa dan Pemuda Aceh di Pulau Jawa Gelar Aksi Tolak PT EMM, Ini Kata KMPAN

Pembongkaran Barak Pekerja PT EMM dan Perlawanan yang Belum Selesai

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.