29 October 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia

Lhokseumawe
Ini Tanggapan Dewan Setelah Wali Santri Mataqu Tolak Alih Fungsi Eks-SMP Arun untuk Ruang PINERE

...

  • PORTALSATU
  • 24 September 2020 12:50 WIB

Abdurrahman Yusuf, Sekretaris Komisi D DPRK Lhokseumawe. Foto: Istimewa
Abdurrahman Yusuf, Sekretaris Komisi D DPRK Lhokseumawe. Foto: Istimewa

LHOKSEUMAWE – Komisi D DPRK Lhokseumawe meminta wali kota lebih bijak dalam menangani persoalan terkait rencana alih fungsi eks-SMP 1 Arun—yang selama ini digunakan Dayah Mataqu—untuk Ruangan Rawat PINERE Pasien Covid-19. Komisi bidang pendidikan dan kesehatan itu menilai sangat penting sikap bijak Pemko Lhokseumawe agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

“Persoalan kesehatan yang merupakan hajat banyak orang itu penting, apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti ini, yang tentunya butuh keseriusan pemko untuk menanganinya,” ujar Sekretaris Komisi D DPRK Lhokseumawe, Abdurrahman Yusuf, kepada portalsatu.com melalui pesan WhatsApp, Kamis, 24 September 2020.

Namun, kata Abdurrahman Yusuf, persoalan pendidikan tahfizh quran Dayah Mataqu juga hal yang tidak kalah penting. Pasalnya, menyangkut bagaimana mencerdaskan masa depan generasi qurani Aceh yang lebih berkualitas.

“Maka menurut kami sebagai sebuah solusi kepada pemko, agar hendaknya mencari lokasi lain yang lebih dekat dengan RS Arun tersebut untuk penyediaan Ruang PINERE. Sementara Dayah Mataqu tetap diberikan kesempatan untuk bisa menggunakan bekas SMP Arun yang memang sudah mereka pakai selama lima tahun ini, sehingga tidaklah terganggu proses pembelajaran para santri Mataqu,” tutur Abdurrahman Yusuf.

Diberitakan sebelumnya, wali santri Dayah Ma'had Ta'limul Qur'an (Mataqu) menolak rencana Pemko Lhokseumawe melakukan alih fungsi sebagian gedung eks-SMP 1 Arun untuk Ruang Rawat PINERE Pasien Covid-19. Wali santri Mataqu menyarankan Pemko Lhokseumawe mencari alternatif lokasi lain untuk Ruang Rawat PINERE Pasien Covid-19. Lokasi lain dimaksud yang tidak berdekatan dengan rumah penduduk dan fasilitas pendidikan, sesuai pedoman dikeluarkan Kementerian Kesehatan RI.

Wali santri Mataqu menilai alih fungsi sebagian gedung eks-SMP 1 Arun oleh Pemko Lhokseumawe untuk Ruang Isolasi (Ruang PINERE, red) bagi pasien penderita Covid-19—yang saat ini digunakan Mataqu untuk kegiatan belajar mengajar santri Mataqu—bertentangan dengan pedoman ditetapkan Kementerian Kesehatan RI. “Dan justru dapat menimbulkan potensi penyebaran virus Covid-19 kepada santri Mataqu dan juga masyarakat sekitar,” bunyi pernyataan sikap Wali Santri Mataqu hasil pertemuan mereka dengan pengurus dayah itu di Aula Dayah Mataqu dalam Kompleks Perumahan PAG, Ahad, 20 September 2020.

Pernyataan sikap itu dikirimkan salah seorang wali santri Mataqu kepada portalsatu.com, Kamis, 24 September 2020, pagi. Turut dikirim daftar hadir wali santri Mataqu dan foto-foto pertemuan mereka. Pernyataan sikap tersebut ditandatangani perwakilan wali santri Mataqu.

Menurut wali santri tersebut, surat berisi pernyataan sikap itu sudah diserahkan kepada perwakilan Pemko Lhokseumawe, dan juga kepada DPRK serta pihak Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), saat pertemuan di Aula Dayah Mataqu, Rabu, 23 September 2020, sore. Pertemuan itu dihadiri perwakilan Pemko Lhokseumawe (Staf Ahli Wali Kota bidang Kemasyarakatan dan SDM, dan Kepala Bappeda), Komisi D DPRK, perwakilan LMAN, perwakilan Rumah Sakit Arun, Manajemen Dayah Mataqu, dan sekitar 200 wali santri.(Baca: Wali Santri Mataqu Tolak Rencana Pemko Alih Fungsi Eks-SMP Arun untuk Ruang PINERE)[](red)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.