28 October 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Inilah Pengakuan Tersangka Pembunuhan Mantan Istri

...

  • Win Porang
  • 16 October 2020 15:20 WIB

Foto: Win Porang
Foto: Win Porang

BLANGKEJEREN - Ariska Apandi alias Gok (25), warga Desa Kute Baru, Kecamatan Lingge, Kabupaten Aceh Tengah, menjadi tersangka pembunuhan mantan istrinya, Sawari (17), warga Desa Badak, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues. Kasus itu terjadi di Aceh Tengah akhir Desember 2018, dan berhasil diungkap oleh Polres Gayo Lues pada Oktober 2020 ini.

Pihak Polres Gayo Lues membawa tersangka Gok ke lokasi kejadian untuk olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Aceh Tengah, Kamis, 15 Oktober 2020. 

Seusai olah TKP, wartawan mewawancarai tersangka Gok. Berikut petikannya:

Apakah benar Anda yang membunuh Sawari, mantan istri Anda sendiri?

Benar, saya yang membunuhnya.

Kenapa Anda tega membunuh mantan istri sendiri?

Saya merasa sakit hati dengan orang tuanya, karena semenjak kami menikah, keluarganya tidak pernah suka dengan saya.

Bagaimana kisahnya sampai Anda menikah dengan Sawari?

Tahun 2017 lalu, saya bekerja di sebuah bengkel di Desa Gele, (Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues). Kemudian saya bertemu Sawari di jembatan Cempa tanpa sengaja, saat itu dia masih kelas tiga SMP. Mulai dari situ kami sering SMS-an, dan saling jatuh cinta. Setelah dua bulan berkenalan, saya mengajaknya nikah dengan cara kawin lari.

Setelah menikah?

Pernikahan kami maharnya emas dua mayam, uang Rp18 juta. Setelah menikah kami tinggal di Desa Gele di rumah toke saya bekerja. Kemudian setelah satu tahun menikah, keluarganya menyuruh kami bercerai, sehingga kami terpaksa bercerai di bawah tangan.

Setelah bercerai, apakah Anda masih berhubungan dengan mantan istri?

Masih, kami sering saling nanyak kabar melalui SMS. Dan akhir Desember 2018, saya merasa sakit hati karena mau bersama tidak disetujui. Karena itu, saya menempah pisau dari Desa Panggur dengan harga Rp50 ribu, yang saya rencanakan untuk membunuh mantan istri saya.

Bagaimana cara Anda mengajak mantan istri supaya mau ikut ke Aceh Tengah?

Pada malam Jumat akhir Desember itu, saya SMS dia, besok saya mau pulang ke Takengon. Kemudian dibalasnya, sayapun ikut, orang tua saya sudah tidak open dengan saya. Kalau begitu kita jumpa di jembatan Leme saja, bawa semua surat sepeda motor Supra X 125 itu, dan jangan bilang sama siapapun kujawab. Kemudian kami berangkat pagi dari jembatan Leme menuju Takengon, dan berhenti di tempat duduk saya ini (daerah Ise-Ise dan Lumut, Kabupaten Aceh Tengah) waktu orang masuk salat Jumat.

Kenapa mantan istri Anda mau dibawa ke semak-semak ini, padahal jarak dari jalan raya 300 meter ke tempat ini, dan dari sini ke lokasi penemuan jenazahnya mencapai 50 meter?

Mau dia, kubilang kalau di jalan ini berhenti nanti dilihat orang, dikirain orang entah ngapa-ngapaen nanti kita, jadi dia menurut saja.

Selanjutnya?

Saya menciumnya sekali. Setelah sampai di semak-semak itu, saya langsung menusuknya memakai  pisau, dia kemudian terjatuh  baru saya buang jenazahnya ke alur itu.

Kenapa Anda tega menusuknya hingga tiga kali?

Pikiran saya waktu itu sangat kacau, saya tidak tahu mau bawa dia kemana, karena orang tua saya juga tidak suka padanya, sehingga saya putuskan untuk membunuhnya.

Setelah membunuh dan membuang jenazahnya, apakah Anda pernah mengunjungi tempat ini?

Pernah satu kali, satu hari setelah saya bunuh, saya datang ke sini memastikan apakah sudah meninggal atau belum, ternyata mayatnya masih ada dan sudah meninggal.

Setelah membunuh mantan istri, apa yang Anda lakukan?

Saya biasa saja. Kemudian sepeda motor mantan istri saya itu, saya jual kepada warga Aceh Tengah dengan harga Rp7 juta, karena suratnya lengkap.

Bagaimana perasaan Anda setelah membunuh mantan istri dan menjual sepeda motornya?

Saya merasa bersalah dan bersedih, saya sering galau. Baru awal Oktober 2020 ini saya bisa melupakan kejadian itu setelah saya menikah dengan warga Aceh Tengah.[]

Baca juga: Setelah Dua Tahun, Polisi Ungkap Kasus Mantan Suami Bunuh Istri

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.