21 September 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


IPAU: Usut Tuntas Oknum Polisi yang Terlibat Pemukulan Anggota DPRA

...

  • portalsatu.com
  • 17 August 2019 21:00 WIB

Ketua Umum IPAU, Saifullah (kanan) bersama Sekjend IPAU Bustami (kiri) mendampingi Ketua Komisi I DPRA, Tgk Azhari Cage SIP (tengah) di Mapolda Aceh, Kamis malam 15 Agustus 2019. @Istimewa
Ketua Umum IPAU, Saifullah (kanan) bersama Sekjend IPAU Bustami (kiri) mendampingi Ketua Komisi I DPRA, Tgk Azhari Cage SIP (tengah) di Mapolda Aceh, Kamis malam 15 Agustus 2019. @Istimewa

BANDA ACEH - Ikatan Pemuda Aceh Utara (IPAU) meminta Kapolda Aceh untuk memecat oknum polisi yang terlibat dalam pemukulan anggota DPRA, Azhari Cage.

Azhari dilaporkan dipukul oleh oknum polisi saat meleraikan tindakan reorerep terhadap mahasiswa yang berdemo di depan Gedung DPR Aceh, Kamis 15 Agustus 2019.

Sekjend IPAU, Bustami menyayangkan sikap oknum polisi yang terkesan arogan saat mengawal mahasiswa berdemo. "Seharusnya mereka bisa lebih santun dalam mengamankan pendemo. Tugas mereka adalah mengayomi dan melindungi rakyat, bukan sebaliknya. Dari video yang beredar di media sosial, kita bisa melihat ada oknum polisi yang terlihat sedang memukul," kata Bustami, Sabtu, 17 Agustus 2019.

Karena itu, IPAU juga menyesalkan pernyataan Kapolresta Banda Aceh yang membantah tuduhan soal pemukulan Ketua Komisi I DPR Aceh tersebut.

Bustami meminta Kapolda Aceh untuk memecat oknum polisi yang terlibat dalam pemukulan mahasiswa dan Azhari Cage. 

"Pemecatan perlu dilakukan agar menjadi pembelajar bagi mereka yang mengedepankan arogansi dari dapat melindungi dan mengayomi masyarakat," kata Bustami.

Ia menambahkan, apalagi yang dipukul adalah anggota DPR Aceh, melecehkannya sama saja dengan melecehkan lembaga negara, karena DPR Aceh salah satu lembaga negara, dan merupakan pengejawantahan dari masyarakat Aceh.

"Kalau kejadian ini tidak disikapi dengan tegas oleh Kapolda Aceh, kita khawatir citra kepolisian yang sudah dibangun oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian bisa menimbulkan krisis kepercayaan dari masyarakat terhadap institusi," ujar Bustami.

Selain itu, ia mengatakan, kasus pemukulan yang dilakukan oleh oknum polisi sangat jarang terjadi, bahkan hampir tidak ada peristiwa seperti itu di Indonesia.

"Ini adalah pelecehan dan arogansi yang ditunjukkan oleh oknum polisi terhadap anggota dewan. Anggota dewan saja bisa dipukul, yang lain bagaimana?" ujarnya.

IPAU juga meminta agar Kapolda Aceh mengevaluasi tata cara pengamanan aksi yang dilakukan oleh mahasiswa atau masyarakat. "Jangan sampai kejadian seperti terulang lagi. Kalau benar pelakunya adalah oknum polisi, dia sudah mencoreng nama baik institusi dan pelakunya harus diambil tindakan tegas atau dipecat," ujarnya.

Sebelumnya, unjuk rasa para mahasiswa dari beberapa kampus di Aceh di Gedung DPRA, Kamis 15 Agustus 2019, berakhir ricuh dan sejumlah mahasiswa sempat diamankan oleh pihak kepolisian.

Demo digelar bertepatan dengan peringatan 14 tahun Aceh damai tersebut menuntut agar isi perjanjian damai direalisasi. Salah satunya masalah bendera dan lambang Aceh. Dalam aksi tersebut, para mahasiswa sempat mencoba mengganti bendera merah putih dengan bintang bulan. Namun dicegah oleh pihak keamanan sehingga terjadi gesekan hingga berakhir ricuh.

Salah seorang anggota DPR Aceh, Azhari Cage, turut menjadi korban saat kerusuhan tersebut terjadi. Politikus Partai Aceh tersebut diduga dikeroyok sejumlah oknum polisi.[](rilis)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.