25 November 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Irwandi Ajak Semua Pihak Jaga Ekosistem Bumi

...

  • portalsatu.com
  • 23 August 2017 20:00 WIB

BANDA ACEH - Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, menyebutkan antisipasi panas bumi yang tinggi dengan cara instan telah membuat kondisi bumi semakin memburuk. Bentuk antisipasi dengan cara mengeksplorasi energi fosil tersebut tanpa disadari telah menyebabkan meningkatnya gas rumah kaca.

Di antara antisipasi instan tersebut adalah penggunaan pendingin AC sebagai respons dari semakin panasnya cuaca bumi, padahal energi mengaktifkan AC bersumber dari eksplorasi energi fosil.

“Untuk mengatasi kondisi ini, dunia harus bergerak bersama-sama menjaga ekosistem bumi agar tetap stabil,” ujar gubernur dalam sambutan yang dibacakan Asisten 1 Setda Aceh, dalam pembukaan Sosialisasi Nationally Determined Contribution (NDC), di Ruang Potensi Daerah, di Banda Aceh, Selasa, 22 Agustus 2017.

Bentuk antisipasi dalam melestarikan ekosistem bumi, kata gubernur, bukan dengan melarang masyarakat menggunakan cara-cara instan, melainkan dengan melindungi kawasan hutan. Sebab, kata dia, tutupan hutan merupakan sarana paling efektif menyerap gas emisi yang menjadi penyebab tingginya suhu bumi.

Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki luasan kawasan tutupan hutan. Karena itu, dunia internasional berharap Indonesia turut berperan aktif menjaga tutupan hutannya agar dapat menjadi benteng untuk melawan perubahan iklim yang mulai ekstrem.

Presiden Jokowi dalam pidatonya di Paris pada Desember 2015 telah menyampaikan komitmennya untuk mengurangi emisi sebesar 29 persen dari skenario perubahan iklim yang mungkin terjadi hingga tahun 2030. Kontribusi itu bahkan bisa ditingkatkan hingga 41 persen jika mendapat bantuan internasional.

Aceh menjadi salah satu tumpuan Indonesia karena memiliki tutupan hutan cukup luas. Keseriusan Aceh menjaga lingkungan membuat Pemerintah Aceh memasukkan program tersebut sebagai salah satu program prioritas Pemerintah Aceh.

“Ada  tiga program yang menyentuh masalah ini, yaitu Aceh Green, Aceh Energi, dan Aceh Seumeugot,” ujar Irwandi.

Melalui program itu, Aceh diharapkan mendukung pengurangan emisi sebesar minimal 7 persen dari 29 persen sesuai dengan komitmen presiden.

Sebagai langkah awal, kata Irwandi, Aceh telah memiliki dua dokumen berkaitan dengan mitigasi perubahan iklim itu, yaitu rencana aksi daerah penurunan emisi gas rumah kaca dan strategi rencana aksi provinsi dalam mengurangi emisi akibat deforestasidegradasi, dan upaya konservasi.

Komitmen Pemerintah Aceh ikut dipertegas oleh Kepala Dinas Kehutanan Aceh, Saminunnddin B. Tau. Dia mengatakan, Gubernur Irwandi bahkan telah melakukan moratorium hutan pada periode kepemimpinannya yang lalu. Usia moratorium itu kini telah berjalan 10 tahun. Dua tahun lalu pemerintah kemudian juga melakukan moratorium tambang.

"Langkah strategis ini menjadi bukti kita komit untuk mengurangi emisi," ujar Saminunnddin.

Saminunnddin menegaskan, gubernur sangat komit dengan kebijakan yang dia keluarkan. Dia bahkan merekrut 2000 tenaga kontrak untuk menjaga hutan. "Saya yakin apa yang dilakukan gubernur tidak berani dilakukan daerah lain," katanya.

Sementara itu, Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Nurmasripatin, menyebutkan bahwa berpuluh tahun lalu muncul argumen bahwa pembangunan akan terganggu saat kita mencoba mengurangi emisi rumah kaca, padahal sangat mungkin membangun beriringan menjaga lingkungan.

"Banyak studi dan analisis yang menyebutkan bahwa biaya yang harus kita keluarkan sebagai dampak tidak melakukan apa-apa jauh lebih besar daripada mencegahnya," kata Nurmasripatin.

Hal itu, kata Nurmasripatin, dibuktikan dengan berbagai bencana yang terjadi di Indonesia. Sejak 1980 hingga 2016, ada tren peningkatan bencana alam terjadi di Indonesia dan 90 persen di antaranya terkait perubahan iklim dan aktivitas manusia. "Biaya melakukan pemulihan dari bencana sangat besar dibanding biaya kita menjaga alam ini," katanya.[] (*sar)

Editor: BOY NASHRUDDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.