26 September 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia

Kasus Suap Dana Otsus Aceh
Irwandi Yusuf: Saya Tidak Mengatur Fee

...

  • PORTALSATU
  • 05 July 2018 15:40 WIB

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (5/7/2018). Penyidik KPK resmi melakukan penahanan selama 20 hari pertama terhadap Irwandi Yusuf. @ANTARA FOTO/Reno Esnir
Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (5/7/2018). Penyidik KPK resmi melakukan penahanan selama 20 hari pertama terhadap Irwandi Yusuf. @ANTARA FOTO/Reno Esnir

JAKARTA - Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, yang menjadi tersangka kasus dugaan suap terkait pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun anggaran 2018, membantah semua tudingan KPK.

"Saya tidak melakukan apapun. Tidak mengatur fee, tidak menerima fee, tidak ada janji dengan siapapun," ujar Irwandi kepada para wartawan setelah ia diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 5 Juli 2018, dini hari.

Irwandi menampik tuduhan gratifikasi yang ditujukan kepadanya. "Ada tuduhan gratifikasi. Saya tidak minta hadiah, saya tidak perintahkan orang untuk minta hadiah, saya tidak terima gratifikasi," katanya.

Seperti diketahui, KPK juga menetapkan Bupati Bener Meriah, Ahmadi, sebagai tersangka kasus suap tersebut. Ahmadi diduga memberi uang Rp500 juta kepada Irwandi terkait fee ijon proyek-proyek pembangunan infrastruktur bersumber dari DOKA TA 2018.

Irwandi tidak menjawab pertanyaan mengenai hubungan antara dirinya dan Ahmadi dalam kasus ini. Irwandi mengaku tidak mengenal dua pihak swasta yang juga ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

"Ya, tidak tahu, karena mereka tidak menelepon saya, dan mereka tidak pernah komunikasi dengan saya, saya tidak terima uang," kata Irwandi.

Irwandi mengatakan dirinya bisa membuktikan tidak pernah meminta apapun seperti yang sejauh ini sudah diungkapkan oleh KPK.[] Sumber: bisnis.com

Editor: portalsatu.com


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.