21 October 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Isak Tangis dan Caci Maki Warnai Rekonstruksi Kematian Aisyah

...

  • CUT ISLAMANDA
  • 12 January 2018 08:00 WIB

Salah satu adegan yang diperagakan tersangka @PORTALSATU.COM/CUT ISLAMANDA
Salah satu adegan yang diperagakan tersangka @PORTALSATU.COM/CUT ISLAMANDA

LHOKSUKON – Emosi keluarga almarhumah Aisyah tidak dapat dibendung. Tangisan dan caci maki mewarnai rekonstruksi atau reka ulang perkara yang menewaskan nenek berusia 78 tahun itu, Kamis, 11 Januari 2017 sekitar
pukul 15.00 WIB.

Proses rekonstruksi yang digelar langsung di lokasi kejadian, jalan Medan – Banda Aceh, Gampong Cibrek Tunong, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara itu sempat tegang, beberapa kali anak korban mencoba memukuli tersangka. Di lokasi, puluhan anggota polisi bersenjata lengkap melakukan pengawalan ketat hingga ke dalam rumah. Sementara anggota Satuan Lalu Lintas sibuk mengamankan jalan yang sempat macet, karena banyak pengendara melaju pelan sambil melihat ke arah rumah korban.

“Hari ini, kita melakukan rekonstruksi atas perkara yang awalnya merupakan perampokan, namun berakhir penganiayaan, hingga korban tewas. Korban (Aisyah) sempat dicekik tersangka, sebelum akhirnya ditolak ke dalam sumur dan tewas,” ujar Wakapolres Aceh Utara Kompol Suwalto, kepada portalsatu.com di lokasi.

Dalam perkara tersebut, kata Kompol Suwalto, tersangka Ahmad Ibrahim alias Bang Pin, 46 tahun, warga Dusun Pagieb, Gampong Kumbang, Kecamatan Syamtalira Aron, didampingi penasehat hukum (pengacara) Taufik M Noer, S.H dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Anak Bangsa Aceh.

“Tersangka dijerat Pasal 365 ayat 3, Jo Pasal 338 KUHPidana tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan atau kejatahan terhadap jiwa orang (pembunuhan) dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Kasus ini
masih dalam tahap penyidikan dan pemberkasan, enam saksi sudah dimintai keterangan dan akan ada saksi tambahan,” terang Suwalto.

Kata Suwalto, terdapat 25 adegan yang diperagakan tersangka. Mulai dari tersangka yang datang seorang diri ke rumah korban menggunakan sepeda motor, sempat menunggu anak korban (Irwan) sambil bermain game di teras rumah korban.

“Tersangka minta izin buang air kecil di WC. Ketika melihat cincin di jemari tangan korban, tersangka menarik tangan korban untuk mengambil cincin. Saat tangan kanan tersangka mencekik leher korban dan tangan kirinya menarik cincin, korban sempat melawan hingga jilbabnya terlepas dan jatuh ke lantai. Korban ditarik ke arah kamar mandi, sambil tersangka menarik cincinnya. Setelah mengambil cincin, tersangka menekan kepala korban ke dalam sumur hingga korban jatuh ke dalam sumur dengan posisi kepala ke bawah,” kata Kompol Suwalto.[]

Editor: IHAN NURDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.